Tragedi Pilu Ibu dan Anak di Jombang: Ditemukan Tewas, Polisi Ungkap Hasil Otopsi
Jombang, afederasi.com – Identitas dua jasad perempuan yang ditemukan di bekas asrama Polri terbengkalai di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang akhirnya terungkap. Keduanya adalah ibu dan anak asal Kabupaten Nganjuk yang dilaporkan hilang sehari sebelum penemuan mayat. Lebih mengejutkan lagi, hasil otopsi sementara menunjukkan korban meninggal dalam kondisi tragis: terbakar saat masih hidup.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, memastikan identitas korban adalah SK (35) dan anak perempuannya yang masih berusia 6 tahun, NC, warga Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Identifikasi dilakukan meski kondisi jenazah sudah rusak dan sidik jari tidak bisa terbaca.
"Keluarga mengenali sejumlah barang bukti yang kami temukan di TKP, seperti sepeda motor Yamaha Vega nopol AG 5053 WO, pakaian yang dikenakan korban dewasa, serta anting yang masih melekat di telinga jenazah anak. Sandal korban juga cocok dengan foto milik keluarga," jelas AKP Dimas, Kamis (26/2/2026).
Dari keterangan suami korban, SK dan NC terakhir kali terlihat pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB sebelum tidur. Namun, saat subuh tiba, sang istri dan anak sudah tidak ada di rumah. Mereka pergi tanpa pamit membawa sepeda motor dan tanpa mengenakan helm.
Setelah mencari ke sanak saudara dan kerabat, suami korban akhirnya melapor ke Polsek Gondang, Nganjuk, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Hanya berselang satu jam, warga Ploso, Jombang, digegerkan dengan penemuan dua jasad perempuan di lubang puing bangunan bekas asrama polisi yang terbengkalai.
Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengirim jenazah ke Rumah Sakit untuk autopsi. Hasil pemeriksaan forensik sementara mengungkap fakta mencengangkan.
AKP Dimas memaparkan, korban diperkirakan tewas antara 48 hingga 120 jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul atau tajam pada kedua tubuh korban.
"Kesimpulan dokter forensik, kematian diakibatkan mati lemas karena menghirup asap, ditambah dengan adanya luka bakar di area kulit. Korban terbakar dalam kondisi masih hidup," ungkapnya.
Temuan lebih mengerikan terdapat pada tubuh korban anak. "Pada tubuh anak ada pelepuhan di area pipi akibat zat kimia basah kuat," kata Dimas.
Sementara pada tubuh korban dewasa, ditemukan kerusakan pada bagian tenggorokan hingga organ dalam yang juga diduga akibat interaksi dengan zat kimia yang sama.
Di lokasi kejadian, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya unsur pidana. Barang bukti tersebut antara lain satu botol bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, korek api, dan satu botol cairan pembersih lantai berwarna hijau merek Porsek.
Polisi belum dapat memastikan apakah cairan pembersih lantai tersebut adalah zat kimia basah kuat yang disebut dalam hasil otopsi. "Secara medis disebut zat kimia basah kuat. Apakah berasal dari Porsek, itu masih harus melalui uji laboratorium," tegas AKP Dimas.
Selain itu, petugas juga menemukan kunci motor yang berada di bawah tubuh jenazah saat olah TKP. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk pendalaman lebih lanjut.
Polisi saat ini tengah menindaklanjuti penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta mengajukan uji laboratorium terhadap barang bukti kimia yang ditemukan.
"Nanti akan kami gelarkan hasil penyelidikan secara lengkap setelah seluruh rangkaian selesai," tandas AKP Dimas.
Jenazah kedua korban telah dimakamkan pihak keluarga di kampung halamannya di Nganjuk. Sementara itu, publik masih menanti kejelasan motif di balik tewasnya ibu dan anak malang ini. (san).
What's Your Reaction?



