Tragedi Jalur Pantura Situbondo: Pickup Oleng Tabrak Truk, Satu Penumpang Tewas di Tempat

Insiden "adu banteng" ini mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian.

02 Mar 2026 - 12:09
Tragedi Jalur Pantura Situbondo: Pickup Oleng Tabrak Truk, Satu Penumpang Tewas di Tempat
Kondisi Pickup di lokasi kejadian (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Jalur tengkorak Pantura Situbondo kembali memakan korban jiwa. Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan pickup dan truk terjadi di Jalan Raya Dusun Kembang Sambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Senin (2/3/2026) siang. Insiden "adu banteng" ini mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas tersebut terjadi tepat di kilometer 176.500 arah Surabaya sekitar pukul 13.20 WIB. Kecelakaan bermula saat mobil pickup dengan nomor polisi AE 9434 KD yang dikemudikan oleh Ivan Chandra Kurniawan (22) melaju dari arah timur menuju barat.

Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, menjelaskan bahwa kendaraan pickup tersebut tiba-tiba kehilangan kendali saat melintas di lokasi. Diduga karena kondisi kendaraan yang tidak stabil, mobil yang membawa penumpang asal Nganjuk tersebut oleng ke sisi kanan jalan.

"Sesampainya di lokasi, kendaraan pickup diduga oleng ke kanan. Pada saat bersamaan, melaju truk dari arah berlawanan," ujar AKP Nanang saat dikonfirmasi.

Truk bernomor polisi L 9209 UG yang dikemudikan oleh Moch. Jainuri Betta (58) tidak mampu menghindar karena jarak yang sudah terlalu dekat. Benturan keras pada bagian depan kedua kendaraan pun tak terelakkan, hingga menyebabkan kerusakan parah pada kabin pickup.

Akibat benturan tersebut, Sukarno (50), penumpang pickup asal Kecamatan Lengkong, Nganjuk, dilaporkan meninggal dunia akibat luka fatal di bagian kepala dan patah tulang leher. Sementara itu, sang pengemudi pickup, Ivan, berhasil selamat namun harus menjalani perawatan akibat luka robek dan memar di bagian dahi.

"Korban meninggal dunia mengalami cedera otak berat dan beberapa patah tulang," jelas Nanang singkat mengenai kondisi korban di lapangan.

Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil akibat kerusakan kedua kendaraan mencapai Rp15 juta. Bangkai kendaraan yang ringsek segera dievakuasi agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur nasional yang padat tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Satlantas Polres Situbondo kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pengemudi yang melintasi jalur Pantura. Faktor kelelahan dan konsentrasi seringkali menjadi pemicu utama kecelakaan fatal di wilayah tersebut.

"Kami mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri apabila lelah dan selalu mematuhi aturan lalu lintas," pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow