TGX Southern Paradise Diluncurkan untuk Meningkatkan Pariwisata dan Ekonomi Trenggalek

03 Mar 2024 - 09:25
TGX Southern Paradise Diluncurkan untuk Meningkatkan Pariwisata dan Ekonomi Trenggalek
Launching City Branding TGX Southern Paradise di Pendopo Trenggalek (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) - Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin resmi meluncurkan city branding baru dengan nama 'TGX Southern Paradise' di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada Sabtu malam (2/3/2024).

City Branding ini sendiri merupakan bagian dari perencanaan tata kota Kabupaten Trenggalek kedepan yang ditujukan untuk membangun diferensiasi dan memperkuat identitas, demi menarik keingin tahuan orang terkait Trenggalek.

" Dengan branding baru TGX Southern Paradise kita ingin membangun citra positif Kabupaten Trenggalek. Membedakan Trenggalek dengan kabupaten-kabupaten yang lain, demi menarik wisatawan, menarik minat investor serta perdagangan dan tentu harapannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkap Bupati Arifin. 

Kesempatan itu Bupati Arifin menjelaskan, filosofinya TGX itu, Trenggalek dengan faktor X. Karena ingin membuktikan Trenggalek dengan faktor X. 

" Faktor X nya apa, kita bisa berekonomi tanpa harus merusak lingkungan. Makanya logonya kita explore dari kekayaan kita," tuturnya.

Lebih lanjut Bupati Arifin menjelaskan, kekayaan Trenggalek cukup banyak. Ada bukit, kemudian ruang-ruang hijau serta sungai juga ruang ruang seperti laut.

"Semuanya ini bisa kita dinikmati tanpa harus di rusak. Dan kita tinggal diaktivasi dengan beberapa event dan juga festival," imbuhnya.

Menurut Bupati Arifin, alasan TGX berwarna merah dan hijau. Karena warna tersebut merupakan warna-warna dominan di lambang daerah. Perisai-nya, kalau melihat logo Trenggalek itu warnanya, warna hijau, berarti ketangguhan dan kemakmuran. 

Sedangkan warna merahnya itu terdapat di pita yang bertuliskan Jwalita Praja Karana, yang artinya bersinar karena rakyat-nya. 

" Jadi TGX ini kita beri warna merah itu, harapannya Trenggalek harus punya faktor X yang kemudian mengungkit maju. Faktor X-nya kita pilih, ekonomi yang lestari, ekonomi yang regeneratif. Dan fungsinya faktor X selanjutnya harus benar-benar bersinar karena rakyat," jelasnya.

Usahanya itu tambah Bupati Arifin, bukan hanya Top Down, tetapi harapannya juga gotong royong semua pihak. Seperti contoh di Desa Wisata Watu Agung, di Pandean Dongko, dulu awalnya konservasi sungai. Kemudian naik statusnya dari konservasi sungai menjadi desa wisata.

Selanjutnya desa wisata tersebut ter-Rekognisi atau diakui, sebagai 50 desa wisata terbaik se-Indonesia. Kemudian ternyata di dalamnya ada cerita. Terus ceritanya bisa dijual, dijadikan film 'Sinden Gaib' yang baru tanyang penontonnya sudah mencapai 500 ribu lebih.

Bupati Arifin juga berharap kesuksesan di film itu bisa turun lapangan. Menurutnya tidak apa-apa ada event atau paket wisata Sinden Gaib. Karena mereproduksi semua adegan adegan di film itu diambil di Trenggalek. 

" Jadi tidak susah untuk melakukan adegan, misalnya tarian Turonggo Yakso di atas batu. Atau kemudian melakukan foto shut videosection dengan videosection Nenek Sarinten dan sebagainya. Semua itu bisa jadi paket wisata yang nanti juga bisa tenar," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow