Sinergi Pemkab Jombang Launching Penanaman Tebu, Dukung Swasembada Gula Nasional

04 Jan 2026 - 07:52
Sinergi Pemkab Jombang Launching  Penanaman Tebu, Dukung Swasembada Gula Nasional
Bupati Jombang H Warsubi didampingi Wakil Bupati Gus Salamudin dan Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., Dandim 0814, secara resmi meluncurkan penanaman tebu perdana di lahan kodim setempet, Sabtu (03/01/2026). (Foto:Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, khususnya percepatan swasembada gula, Sabtu (3/1/2026), 

Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., dan Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han. selaku Dandim 0814 Jombang, secara resmi meluncurkan penanaman tebu perdana di lahan milik Kodim 0814 Jombang di wilayah Koramil Diwek.

Acara launching yang dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), manajemen PG Tjoekir, serta puluhan petani ini menandai sinergi strategis antara pemerintah daerah, TNI, dan BUMN untuk mengakselerasi program Bongkar Ratoon menuju Swasembada Gula Konsumsi Nasional tahun 2028.

Dandim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan Kodim seluas 3 hektar ini adalah wujud pengabdian TNI dalam mengawal kedaulatan pangan. 

"Ini adalah simbol semangat bagi para petani. TNI akan all out mengawal program ini hingga tuntas. Segala program nasional, termasuk Asta Cita Pemkab Jombang, kami dukung penuh," tegasnya. Selain tebu, lahan Kodim juga dioptimalkan untuk jagung, cabai, serta peternakan kambing dan lele.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang, Warsubi, memaparkan data kinerja positif sektor perkebunan tebu Jombang. Pada 2024, luas areal tanam tebu naik dari 10.102 hektar menjadi 10.787 hektar. Yang lebih menggembirakan, kualitas tebu mengalami peningkatan signifikan.

"Rendemen tebu rata-rata kita naik menjadi 7,11 persen, dari sebelumnya 6,5 persen. Ini artinya, tebu petani Jombang semakin berkualitas dan manis," papar Bupati. Peningkatan kualitas ini berkontribusi pada total produksi tebu Jombang yang mencapai 787.246 ton, setara dengan 56.009 ton Gula Kristal Putih (GKP).

Untuk menjaga momentum produktivitas, Pemkab Jombang menggencarkan program Bongkar Ratoon atau peremajaan tanaman tebu. Program ini memberikan bantuan substansial berupa 60.000 mata tunas benih (senilai Rp10 juta) dan bantuan tenaga kerja Rp4 juta per hektar bagi petani.

Hingga saat ini, total usulan program Bongkar Ratoon di Jombang telah mencapai 3.315,08 hektar, yang dilaksanakan bertahap. Tahap I dan II telah selesai didistribusikan di lahan 570,09 hektar. 

Sementara tahap IV (indikatif) mengajukan relaksasi untuk 2.640,49 hektar, termasuk lahan Kodim dan kemitraan dengan PG Tjoekir, PG Jombang Baru, dan PG Gempol Kerep.

"Sinergi TNI (Kodim 0814), petani, dan pabrik gula adalah kunci utama. Pemanfaatan lahan Kodim ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan lahan tidur untuk ketahanan pangan," tegas Bupati Warsubi.

Dengan potensi lahan dan semangat petani yang tinggi, Bupati menyatakan Kabupaten Jombang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan target Swasembada Gula Nasional 2028.

 Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendongkrak produksi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani tebu lokal.

"Semoga ikhtiar kita bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan petani, kemajuan sektor perkebunan, serta ketahanan pangan nasional," pungkas Bupati Warsubi . (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow