KemenKopUKM : Minat Wirausaha Muda Terhadap Bisnis Ramah Lingkungan Meningkat

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mencatat bahwa tren wirausaha muda saat ini semakin mengarah ke bisnis yang ramah lingkungan.

30 Nov 2023 - 13:14
KemenKopUKM :  Minat Wirausaha Muda Terhadap Bisnis Ramah Lingkungan Meningkat
Sejumlah warga menjajal kendaraan listrik [Suara.com/Ist]

Jakarta, (afederasi.com) - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mencatat bahwa tren wirausaha muda saat ini semakin mengarah ke bisnis yang ramah lingkungan.

Menurut Sekretaris Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Koko Haryono, sebanyak 84% wirausaha muda menunjukkan minat pada bisnis ramah lingkungan. "Kami melihat semakin banyak generasi muda yang tertarik memulai usaha dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan," ujar Koko Haryono seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dalam konteks ini, sekitar 58% dari wirausaha muda tersebut memulai bisnis dengan tujuan untuk memperbaiki lingkungan. Sekitar 56% di antaranya fokus pada produksi pakaian dan produk ramah lingkungan dengan rendah karbon serta sistem pengurangan limbah. KemenKopUKM mendukung perkembangan bisnis ramah lingkungan sebagai langkah strategis untuk memajukan sektor UKM di Indonesia.

Menyikapi minat wirausaha muda, Koko Haryono menyebut bahwa UMKM yang terlibat dalam bisnis ramah lingkungan, khususnya pengembangan Electric Vehicle (EV), memiliki peluang bisnis menjanjikan. "Peluang tersebut melibatkan berbagai aspek, mulai dari membuka dealer, bengkel, hingga tempat pengisian daya baterai," ungkap Koko Haryono. Hal ini sejalan dengan kebijakan pengembangan industri dan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang diimplementasikan oleh pemerintah.

Koko Haryono menekankan bahwa pengembangan EV bukan hanya untuk mendorong perkembangan teknologi dan industri dalam negeri, tetapi juga sejalan dengan paradigma baru pembangunan ekonomi yang hijau dan berkelanjutan. "Akselerasi pengembangan EV di Indonesia terus didorong, termasuk melalui penyusunan peta jalan pengembangan EV dan pemberian berbagai insentif," kata Koko Haryono.

Berdasarkan laporan International Renewable Energy Agency (IRENA) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah kendaraan listrik diproyeksikan mencapai 20 juta unit pada tahun 2030. Pemerintah, melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, terus berupaya mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2022, Pemerintah menegaskan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan resmi Pemerintah Pusat dan Daerah. Hal ini diharapkan dapat semakin mendorong adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. "Indonesia menjadi negara tujuan utama hilirisasi, bahkan menjadi negara kedua produsen mobil terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand," ujar Budi Karya Sumadi.

Meskipun terdapat proyeksi pertumbuhan yang optimis, data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) per September 2023 menunjukkan baru terdaftar sebanyak 66.978 unit sepeda motor listrik dan 29 bengkel konversi. "Tentu angka ini masih jauh dari target Pemerintah untuk konversi motor listrik di tahun 2023 sebanyak 50 ribu unit saja," kata Budi Setiyadi, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli).

Budi Setiyadi mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM tengah mengkaji revisi aturan terkait bantuan pemerintah dalam Program Konversi Sepeda Motor menjadi Sepeda Motor Listrik. Rencananya, insentif untuk kendaraan sepeda motor listrik akan ditingkatkan dari Rp7 juta menjadi Rp10 juta, namun belum ada kepastian kapan perubahan ini akan berlaku.

Dalam rangka mendukung pengembangan kendaraan bermotor listrik, Leonard Theosabrata dari Smesco Indonesia mengungkapkan kolaborasi dengan bengkel Elders Garage untuk mengembangkan bengkel konversi kendaraan listrik. Smesco berperan aktif dalam menyediakan fasilitas inkubasi dan pelatihan di Smesco Labo untuk menumbuhkan industri baru di sektor UMKM.

Leonard menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan penyediaan baterai, infrastruktur pengisian daya, dan bengkel. Ia menyoroti bahwa ekosistem ini juga memerlukan dukungan pembiayaan dan sinergi investasi dari pemerintah, BUMN, dan sektor swasta untuk mendukung pertumbuhan industri kendaraan bermotor listrik.

Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli, mengajak berbagai pihak untuk melakukan pencanangan Hari Sepeda Motor Listrik Nasional pada 29 September 2023. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan sepeda motor listrik. "Pencanangan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan popularitas dan penerimaan masyarakat terhadap sepeda motor listrik di Indonesia," ucap Budi Setiyadi.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow