Industri Rokok Menggila di Era Digital: Strategi Baru untuk Menarik Perokok Pemula

Iklan rokok semakin merajalela di ranah digital, khususnya dalam upaya menarik perokok pemula.

30 Nov 2023 - 13:18
Industri Rokok Menggila di Era Digital: Strategi Baru untuk Menarik Perokok Pemula
Dampak merokok pada keluarga. (Shutterstock)

Jakarta, (afederasi.com) - Iklan rokok semakin merajalela di ranah digital, khususnya dalam upaya menarik perokok pemula.

Sebuah laporan terbaru dari Vital Strategies, sebagai bagian dari inisiatif Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM), mengungkapkan bahwa industri rokok kini semakin agresif menggunakan perangkat pemasaran digital canggih seperti Metaverse, siaran podcast, dan seni nonfungible token (NFT).

"Industri rokok berusaha mati-matian untuk menjaring konsumen generasi berikutnya demi mempertahankan keuntungan mereka seiring dengan menurunnya jumlah perokok," ujar Vice President Global Policy and Research dari Vital Strategies, Nandita Murukutla seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Metaverse, menjadi fokus industri rokok dalam menjangkau audiens muda. Dalam laporan TERM, ditemukan bahwa 51% peserta Metaverse berusia di bawah 13 tahun.

Benn McGrady, Unit Head Public Health Law and Policies di Health Promotion Department, World Health Organization (WHO), menyatakan, "Iklan rokok di Metaverse diperkirakan akan tumbuh setiap tahun, mencapai pangsa pasar hingga 4 milyar USD pada 2030." Ahli juga memprediksi bahwa pada 2040, Metaverse akan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Paparan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok di media digital diakui sebagai pemicu utama anak muda mencoba merokok.

"Platform digital memungkinkan pemasaran lebih efektif dan meningkatkan eksposur terhadap produk berbahaya," kata Benn McGrady

Dengan fenomena ini, Eka Efriyanti Putri, Koordinator Koalisi Free Net From Tobacco (FNFT), mendesak pemerintah untuk segera melarang iklan rokok di internet.

"Laporan ini memberikan bukti nyata praktik pemasaran rokok terang-terangan di dunia digital. Jika tak segera direspon dengan pelarangan, bukan tidak mungkin internet akan dijajah iklan rokok seperti di media konvensional," kata Putri

Menanggapi temuan ini, Nandita Murukutla menegaskan perlunya pemerintah meningkatkan upaya, terutama terkait kebijakan dan penegakan hukum yang cerdas.

"Kita harus bergerak cepat untuk memastikan bahwa teknologi tidak dibiarkan tanpa pengawasan," ujarnya. Dengan demikian, perlindungan terhadap generasi muda dari pengaruh iklan rokok di dunia digital menjadi salah satu prioritas mendesak.(mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow