Sedang Patrol Sahur, Warga Kesambi Lamongan Diserang Gerombolan Pemuda Terekam CCTV
"Benar, kejadiannya dini hari tadi saat anak-anak (pemuda) sedang patrol sahur. Tiba-tiba datang segerombolan pemuda lain menggunakan motor, jumlahnya puluhan, langsung menyerang,” ujar Najib saat dikonfirmasi.
Lamongan, (afederasi.com) – Aksi kekerasan jalanan kembali meresahkan warga Lamongan. Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik mencekam saat sekelompok pemuda yang sedang melakukan patrol sahur di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, diduga diserang oleh gerombolan orang tak dikenal pada Senin (16/03/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.43 WIB. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat suasana jalanan yang mulanya tenang mendadak riuh ketika puluhan pemuda yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba berhenti dan diduga melakukan penyerangan secara brutal.
Kepala Desa Kesambi, Najib, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, para pemuda desa setempat sedang menjalankan tradisi patrol untuk membangunkan warga bersantap sahur.
“Benar, kejadiannya dini hari tadi saat anak-anak (pemuda) sedang patrol sahur. Tiba-tiba datang segerombolan pemuda lain menggunakan motor, jumlahnya puluhan, langsung menyerang,” ujar Najib saat dikonfirmasi.
Berdasarkan rekaman CCTV, kelompok penyerang tampak membekali diri dengan senjata tumpul berupa balok kayu. Mereka terlihat mengejar para pemuda desa hingga ke bahu jalan.
Tak tinggal diam, para pemuda Desa Kesambi yang terdesak berusaha melakukan perlawanan seadanya. Mereka terlihat membalas serangan tersebut dengan melepaskan tembakan petasan ke arah gerombolan penyerang untuk menghalau massa agar tidak semakin mendekat ke pemukiman.
Kondisi sempat mencekam selama beberapa menit sebelum akhirnya kelompok penyerang membubarkan diri. Belum diketahui secara pasti motif di balik penyerangan tersebut, namun kejadian ini telah memicu kekhawatiran warga akan adanya aksi tawuran susulan.
Pihak pemerintah desa setempat berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti rekaman CCTV tersebut untuk mengidentifikasi para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama di tengah bulan suci Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka akibat insiden tersebut. Pihak kepolisian pun diharapkan dapat meningkatkan patroli di titik-titik rawan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. (yan)
What's Your Reaction?



