Sadis Perampokan di Sumobito Jombang, Istri Luka Parah Terkena Parang

26 Feb 2026 - 07:08
Sadis Perampokan di Sumobito Jombang, Istri Luka Parah Terkena Parang
Warga saat menunjukan lokasi perampokan di Desa Sumobito Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang, Rabu (25/02/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) - Suami istri di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terjadi perampokan dengan senjata tajam yang di lakukan empat orang tak dikenal pada Rabu (25/2/2026) sore. 

Aksi perampokan Jombang tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 WIB, tepatnya di depan TK Kartika IV-56, Desa Sumobito.

Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengungkapkan korban diketahui bernama Loo Sianturi (67) dan istrinya Lilik Anggraini (62), warga Dusun Sumobito, Desa Sumobito.

“Peristiwa terjadi saat korban pulang dari toko miliknya sekitar pukul 17.35 WIB menggunakan sepeda motor Honda Prima menuju rumahnya yang berada di dekat tempat ibadah Katolik Desa Sumobito,” ujar Bagus, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan saat melintas di depan rumah warga atau tepat di depan TK Kartika IV-56, sepeda motor korban tiba-tiba dipepet dua pelaku yang mengendarai Suzuki Satria warna hitam hingga korban berhenti di pinggir jalan.

Tak lama kemudian, dua pelaku lainnya datang dari arah belakang menggunakan Honda Vario warna putih dan menabrak sepeda motor korban.

“Dua pelaku yang dibonceng turun dan mengeluarkan senjata tajam jenis parang. Salah satu pelaku berusaha merebut tas karton milik korban yang berisi uang tunai sekitar Rp10 juta,” jelasnya.

Karena korban berusaha mempertahankan tas tersebut, salah satu pelaku membacok tangan kiri Lilik Anggraini hingga mengalami luka serius dan mengeluarkan banyak darah.

"Suaminya, Loo Sianturi, yang berusaha menolong juga terkena sabetan parang di bagian punggung," paparnya.

Setelah berhasil membawa kabur tas berisi uang Rp10 juta, keempat pelaku perampokan bersenjata tajam itu melarikan diri dengan berputar arah ke barat lalu menuju selatan meninggalkan lokasi kejadian.

Dua warga yang berada di sekitar lokasi sebenarnya menyaksikan aksi perampokan tersebut. Namun, mereka tidak berani memberikan pertolongan karena para pelaku membawa senjata tajam.

"Akibat perampokan itu, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp10 juta serta luka akibat sabetan senjata tajam," pungkas Bagus.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sumobito untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumobito.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan dan memburu empat pelaku perampokan yang meresahkan warga Sumobito tersebut.(san).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow