Ring Burung Tak Bisa Dilepas, Pemilik Datangi Damkar Lamongan

Ini lebih mendebarkan daripada masuk ke gedung berasap, Mas. Burungnya kecil, kakinya sudah luka, kalau kita tidak tenang sedikit saja, bisa gawat. Jadi personel kami harus melakukan teknik 'potong halus' pakai gerinda mini sambil memastikan si burung tetap tenang dan tidak kena panas logam," ungkap Suwanto saat dikonfirmasi afederasi.com

09 Apr 2026 - 15:05
Ring Burung Tak Bisa Dilepas, Pemilik Datangi Damkar Lamongan
Enam Petugas Damkar Evakuasi Ring yang Menjepit di Kaki Burung Murai Milik Warga Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Biasanya yang dihadapi adalah kobaran api yang membara, tapi kali ini personel Damkar Lamongan harus berhadapan dengan lawan yang jauh lebih kecil namun bikin keringat dingin, kaki seekor burung Murai Batu.

Kejadian unik ini bermula saat Mako Damkar Lamongan kedatangan tamu istimewa, yakni Suprayogi (67), warga Dusun Kaotan, Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan pada Kamis pagi, (9/4/2026). Bukannya lapor ada kebakaran, pria sepuh ini membawa burung kesayangannya yang sedang "tersiksa" karena ring atau cincin di kakinya terlalu sempit hingga menyebabkan luka.

Petugas yang biasanya memegang selang air raksasa, seketika harus beralih profesi menjadi "ahli bedah perhiasan" dadakan. Karena ring logam tersebut membandel, tim rescuer terpaksa mengeluarkan senjata rahasia berupa gerinda kecil.

Bayangkan saja, tangan kekar para pemadam kebakaran ini harus memegang gerinda mini untuk memotong lingkaran logam di kaki burung yang diameternya tidak lebih besar dari sedotan limun. Salah geser sedikit, urusannya tentu bisa panjang.

Koordinator Wilayah (Korwil) Damkar Lamongan, Suwanto, mengaku bahwa evakuasi kali ini membutuhkan konsentrasi setingkat dewa.

"Ini lebih mendebarkan daripada masuk ke gedung berasap, Mas. Burungnya kecil, kakinya sudah luka, kalau kita tidak tenang sedikit saja, bisa gawat. Jadi personel kami harus melakukan teknik 'potong halus' pakai gerinda mini sambil memastikan si burung tetap tenang dan tidak kena panas logam," ungkap Suwanto saat dikonfirmasi afederasi.com.

 

Setelah drama penuh ketelitian selama kurang lebih 40 menit, tim yang digawangi oleh Tri S, Eko, Wahyu, Achmad, Aang, dan Ratna ini akhirnya berhasil membebaskan si Murai Batu dari penderitaannya pada pukul 08.45 WIB.

Operasi ini pun dinyatakan sukses besar tanpa ada "korban jiwa" maupun bulu yang rontok sia-sia. Dengan ini, Damkar Lamongan kembali membuktikan slogan Yudha Brama Jaya, tak cuma jago nyemprot air, tapi juga lihai urusan "menicure-pedicure" darurat untuk unggas. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow