Rencana Kebijakan Hemat BBM, Bupati Lamongan Tekankan Semangat Hemat Sumber Daya

"Ke depan tentu banyak tantangan yang harus kita hadapi, banyak hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah kita temui. Untuk itu, kita tekankan bahwa semangat efisiensi dan hemat energi ini harus menjadi bagian dari pekerjaan kita sehari-hari," ujarnya.

25 Mar 2026 - 03:10
Rencana Kebijakan Hemat BBM, Bupati Lamongan Tekankan Semangat Hemat Sumber Daya
Bupati Lamongan saat Menggelar Halal bihalal bersama Seluruh ASN di Gedung Pemkab Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah pusat tengah serius merumuskan strategi efisiensi energi nasional yang menyasar berbagai sektor vital, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) imbas konflik di Timur Tengah yang terjadi saat ini.

Salah satu poin krusial yang tengah digodok adalah pemberlakuan kembali skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memastikan bahwa kebijakan efisiensi ini akan disusun secara terukur berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor agar tidak mengganggu kualitas layanan masyarakat.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi pusat. Hal ini disampaikannya usai menggelar kegiatan halal bihalal bersama seluruh ASN di lingkup Pemkab Lamongan, Rabu (25/3/2026) pagi.

Pria yang akrab disapa Pak Yes ini mengungkapkan bahwa tantangan global, termasuk dinamika konflik internasional yang berdampak pada krisis energi, harus disikapi dengan langkah nyata di tingkat lokal.

"Ke depan tentu banyak tantangan yang harus kita hadapi, banyak hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah kita temui. Untuk itu, kita tekankan bahwa semangat efisiensi dan hemat energi ini harus menjadi bagian dari pekerjaan kita sehari-hari," ujarnya.

Terkait teknis pemberlakuan WFH bagi ASN di lingkungan Pemkab Lamongan, Yuhronur menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu instruksi resmi atau surat edaran khusus dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia meminta seluruh jajarannya untuk mulai mengadopsi pola kerja yang lebih efisien.

"Tentang WFH, sampai hari ini belum ada surat secara khusus. Namun demikian, semangat WFH yang dimaksud adalah untuk menghemat seluruh sumber daya yang ada. Tetap kita lakukan dengan masuk kerja seperti biasa, namun pekerjaan yang bisa dihemat, baik terkait energi maupun efisiensi lainnya, tetap dilaksanakan dan menjadi spirit kita," pungkasnya.

 

Dengan adanya rencana kebijakan ini, diharapkan Pemkab Lamongan dapat berkontribusi dalam stabilitas energi nasional tanpa mengurangi produktivitas kinerja pelayanan publik di wilayah Kabupaten Lamongan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow