Peserta Big Size Pukau Penonton di Fashion Wastra Competition Lamongan

Sebanyak 24 peserta kategori Big Size tampak anggun memperagakan busana batik khas Lamongan di atas karpet merah. Meski bukan model profesional, keberanian dan aksi panggung mereka berhasil mengundang decak kagum serta riuh tepuk tangan dari penonton yang memadati lokasi.

06 Mar 2026 - 16:00
Peserta Big Size Pukau Penonton di Fashion Wastra Competition Lamongan
Peserta Fashion Wastra Competition Kategori Big Size (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Kemeriahan Festival Ramadan Meriah 2026 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, semakin terasa dengan digelarnya Fashion Wastra Competition. Ajang yang digagas oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan ini menjadi panggung bagi puluhan peserta untuk memamerkan keindahan batik khas daerah.

Berlangsung di Gedung Sport Center Lamongan pada Kamis (5/3/2026) malam, kompetisi ini sukses menyedot perhatian warga. Salah satu daya tarik utama dalam perhelatan tahun ini adalah hadirnya kategori Big Size, yang memberikan ruang inklusif bagi peserta untuk tampil percaya diri mengenakan wastra nusantara.

Sebanyak 24 peserta kategori Big Size tampak anggun memperagakan busana batik khas Lamongan di atas karpet merah. Meski bukan model profesional, keberanian dan aksi panggung mereka berhasil mengundang decak kagum serta riuh tepuk tangan dari penonton yang memadati lokasi.

Salah satu peserta kategori tersebut, Hartiwi, mengungkapkan rasa bahagianya bisa berpartisipasi dalam ajang ini. Meski merupakan pengalaman perdana, Hartiwi berhasil menyabet predikat juara ketiga.

"Sangat antusias sekali mengikuti ajang fashion show ini. Meskipun ini pengalaman pertama kali bagi saya, jujur tidak menyangka bisa meraih juara ketiga," ungkap Hartiwi saat ditemui usai acara.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti kompetisi ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan ada misi budaya di baliknya.

"Saya sengaja ikut ajang ini sebagai upaya memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda melalui wastra. Kita ingin anak muda bangga memakai batik," tambahnya.

 

Festival Ramadan Meriah 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat di bulan suci, tetapi juga menjadi sarana promosi efektif bagi produk UMKM, khususnya batik khas Lamongan.

Melalui sentuhan desain yang modern dan inklusif, Dekranasda Kabupaten Lamongan menargetkan batik daerah semakin dikenal luas secara nasional maupun internasional, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi milenial dan Gen Z terhadap warisan budaya lokal. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow