Perhutani KPH Jombang Gelar Apel Siaga dan Patroli Gabungan Antisipasi Gangguan Keamanan Hutan

02 Mar 2026 - 08:48
Perhutani KPH Jombang Gelar Apel Siaga dan Patroli Gabungan Antisipasi Gangguan Keamanan Hutan
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang bersama Divisi Regional Perhutani Jawa Timur menggelar apel siaga pengamanan hutan dan patroli gabungan di wilayah rawan, Kamis (26/2/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang bersama Divisi Regional Perhutani Jawa Timur menggelar apel siaga pengamanan hutan dan patroli gabungan di wilayah rawan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Pos Tingan, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tingan, Desa Tingan, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai gangguan keamanan hutan (Gukamhut) selama periode libur panjang.

Apel siaga dibuka dan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Suratno. Kegiatan ini diikuti seluruh manajemen Perhutani KPH Jombang, para Asisten Perhutani (Asper) dan Kepala BKPH, jajaran Polisi Kehutanan (Polhut), serta unit Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Pohutmob).

Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada apel, tetapi dilanjutkan dengan patroli gabungan menyusuri petak-petak hutan yang masuk kategori rawan menuju Pos 1 Krondong, RPH Krondong, BKPH Krondong, Kabupaten Nganjuk.

Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S, menjelaskan bahwa apel siaga ini merupakan bagian integral dari upaya Perhutani dalam melindungi kawasan hutan negara dari berbagai potensi ancaman.

"Kami fokus mengantisipasi potensi gangguan seperti pencurian kayu, perusakan tanaman muda, kebakaran hutan, dan berbagai bencana alam yang mungkin terjadi, terutama saat periode rawan seperti menjelang Lebaran ini," ujar Enny.

Dalam kesempatan tersebut, tim juga melakukan pengecekan kesiapan personel Polhut, kelengkapan peralatan pengamanan, serta pemetaan ulang petak-petak hutan yang teridentifikasi rawan gangguan.

Lebih lanjut, Enny menegaskan bahwa pendekatan keamanan tidak hanya dilakukan secara represif, tetapi juga preventif melalui program-program sosial yang melibatkan masyarakat sekitar hutan.

"Secara teknis, Perhutani juga membangun pendekatan sosial melalui program Perhutanan Sosial dengan menggandeng masyarakat sekitar hutan di berbagai kegiatan produktif. Ini bertujuan menciptakan lapangan kerja, sehingga sosialisasi serta komunikasi berjalan intensif dalam rangka antisipasi Gukamhut," terangnya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat sekitar hutan menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap ancaman di lapangan.

Apel siaga ini menandai kesiapsiagaan penuh personel Perhutani KPH Jombang dalam menjalankan fungsi perlindungan kawasan hutan secara menyeluruh dan optimal.

"Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Perhutani sebagai BUMN harus dijalankan secara optimal agar keberlanjutan hutan tetap terjaga," imbuh Enny.

Dengan digelarnya apel siaga dan patroli gabungan ini, Perhutani KPH Jombang berharap dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan hutan, sekaligus memastikan kawasan hutan di wilayah kerjanya tetap aman dan terjaga selama periode Idul Fitri 2026. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow