Pentas Keliling Ludruk Garingan Meimura di Jombang Diapresiasi Dikbud

19 Apr 2026 - 00:11
Pentas Keliling Ludruk Garingan Meimura di Jombang Diapresiasi Dikbud
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Anom Antono saat memberikan apresiasi pementasan ludruk garingan di Jombang, Sabtu (18/04/2026). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dunia kesenian tradisional di Kabupaten Jombang kembali mendapat angin segar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memberikan apresiasi tinggi terhadap pertunjukan pentas keliling bertajuk Besut Jajah Deso Milangkori yang digelar oleh Meimura (Meijono) bersama grup ludruk Garingan.

Pementasan unik ini berlangsung di markas Komunitas Rebung Pring Ori, yang terletak di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (18/04/2026). Tidak sekadar hiburan, acara ini juga menjadi ruang diskusi hangat antara seniman, budayawan, dan pegiat seni lokal.

Dalam pementasan kali ini, Meimura tidak tampil sendirian. Ia didampingi oleh dua pemain lokal berbakat, Azis dan Takim, yang merupakan anggota aktif Komunitas Rebung. Kolaborasi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang segar, memadukan orisinalitas ludruk klasik dengan dinamika kekinian.

Usai pentas, suasana hangat masih terus berlanjut. Sebuah diskusi santai namun serius digelar dengan menghadirkan budayawan kondang Nasrulillah dan Ketua Komunitas Rebung, Suwasis.Diskusi yang dimoderatori oleh Henri Nurcahyo ini turut dihadiri oleh puluhan pengiat kesenian dan kebudayaan se-Kabupaten Jombang.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, yang turut menyaksikan pementasan, menyampaikan rasa gembiranya. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan edukasi bahwa kesenian Besut (bagian dari ludruk) penuh dengan dinamika dan tidak monoton.

"Ini memberikan edukasi bahwa Besut penuh dinamika. Kami melihat Besut yang beda dengan yang biasa kita lihat di Jombang. Ini sebuah perpaduan baru, perpaduan antara pelestarian originalitas dan pengembangan mengikuti zaman agar anak muda senang," jelas Anom saat ditemui seusai pementasan.

Lebih lanjut, Anom mengungkapkan kabar yang menggembirakan bagi para pegiat seni. Pemerintah Kabupaten Jombang memiliki rencana strategis untuk mengintegrasikan kesenian daerah ke dalam kurikulum pendidikan.

"Ke depan, Besutan diharapkan menjadi salah satu muatan lokal dalam sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, seperti halnya Sandur di Kabuh atau Wayang Topeng di Kesamben," pungkas Anom.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi terobosan dalam melestarikan budaya sekaligus menarik minat generasi muda terhadap seni tradisional khas Jombang. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow