Mobil Ditarik Paksa, Debkolektor Minta Tebusan Rp 30 Juta, Pemilik Lapor Kapolres Gresik

09 Mar 2026 - 15:23
Mobil Ditarik Paksa, Debkolektor Minta Tebusan Rp 30 Juta, Pemilik Lapor Kapolres Gresik
Korban JAT didampingi kuasa hukumnya saat melaporkan dugaan penarikan paksa mobil miliknya dan Pemerasan ke SPKT Polres Gresik. (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Dua pria yang mengaku sebagai debt collector atau penagih utang berinisial AI dan AN dipolisikan oleh seorang warga Kabupaten Gresik. Keduanya dilaporkan atas dugaan penarikan paksa kendaraan, pemerasan, serta penggelapan mobil milik korban.

Korban diketahui berinisial JAT (37), warga Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar. Mobil yang dipersoalkan adalah Daihatsu Terios warna silver bernopol W 1301 E milik korban.

Peristiwa bermula pada 26 November 2025, saat sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector mendatangi rumah korban di Jalan Palangkaraya, Perumahan GKB.

Mereka bermaksud menarik mobil korban karena dokumen BPKB kendaraan tersebut sebelumnya digadaikan oleh teman korban berinisial FA, warga Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, ke lembaga pembiayaan. Namun FA disebut terlambat membayar kewajiban sehingga kendaraan hendak ditarik.

Merasa tidak mengetahui persoalan tersebut, korban kemudian menghubungi FA untuk meminta penjelasan. FA lalu menghubungi dua rekannya, AI dan AN, yang disebut-sebut sebagai debt collector, untuk membantu proses negosiasi.

Dalam pertemuan tersebut, AI meminta korban menyerahkan mobilnya untuk sementara waktu dengan alasan diamankan agar tidak langsung ditarik oleh pihak perusahaan pembiayaan.

Mobil kemudian diminta diparkir di rumah AI di wilayah Randuagung, Kecamatan Kebomas.

Namun beberapa pekan kemudian, korban mengecek keberadaan mobilnya dan justru mendapati kendaraan tersebut berada di rumah AN di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar.

Korban pun mendatangi rumah AN untuk mengambil mobilnya. Namun alih-alih mengembalikan kendaraan tersebut, AI justru meminta uang sebesar Rp30 juta kepada korban.

“Saat itu saya kaget, karena diminta uang Rp30 juta dengan alasan biaya penarikan dan pengamanan mobil,” kata JAT, Senin (09/03/2026).

Korban juga mengungkapkan bahwa AN mengaku sebagai anggota debt collector dari BFI Finance. Namun ketika diminta menunjukkan surat tugas resmi maupun sertifikasi penagihan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya.

“Saya menanyakan surat tugas dan sertifikasi, tapi dia tidak bisa menunjukkan dan jawabannya berbelit-belit,” jelasnya.

Karena merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan AI dan AN ke Polres Gresik atas dugaan pemerasan dan penggelapan.

Dalam laporan tersebut, korban didampingi tim kuasa hukum dari Kantor Agustin & Partners.

Kuasa hukum korban, Toni Eko F, mengatakan kliennya telah mengalami kerugian cukup besar akibat peristiwa tersebut.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku agar tidak ada lagi korban serupa,” tegasnya.

Toni menambahkan, selain kerugian materiil, keluarga korban juga mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

“Klien kami tidak hanya mengalami kerugian material, tetapi juga dampak psikologis bagi keluarganya,” tambahnya.

Selain melaporkan dua orang yang mengaku debt collector, korban sebelumnya juga telah melaporkan FA, warga Manyar Sidomukti, atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Laporan itu dibuat karena korban menilai FA tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan BPKB mobil yang diduga digadaikan secara diam-diam ke perusahaan pembiayaan.

Awalnya, FA mengajak korban bekerja sama membuka usaha cucian mobil. Saat itu FA meminjam dokumen BPKB mobil milik korban sebagai tambahan modal usaha, dengan janji akan mengembalikannya dalam waktu empat bulan.

Namun hingga batas waktu yang disepakati, BPKB tidak pernah dikembalikan, sementara usaha yang dijanjikan juga tidak pernah berjalan.

Masalah semakin memuncak ketika belasan orang yang mengaku debt collector mendatangi rumah korban untuk menarik mobil miliknya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow