Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang, Alami Intimidasi Pasca Penolakan Putusan MK: Ancaman dan Pengrusakan Privasi Keluarga
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya mengalami intimidasi yang diduga berasal dari pihak TNI-Polri, setelah penolakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.
Depok, (afederasi.com) - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya mengalami intimidasi yang diduga berasal dari pihak TNI-Polri, setelah penolakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.
Intimidasi tersebut tidak langsung menimpa Melki secara personal, melainkan dialami oleh keluarganya di Kalimantan. Melki mengetahui insiden tersebut dari guru di sekolahnya, yang memberitahu bahwa pihak kepolisian telah menanyakan alamat rumahnya.
"Akhir Oktober saya dapat kabar dari guru di sekolah, jika ada yang datang ke sekolah menggunakan seragam polisi, dan berpakaian bebas." ucapnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
"Kemudian menanyakan posisi rumah saya di mana, kemudian Melki saat sekolah gimana, prestasinya apa aja." tambahnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Intimidasi yang Bersifat Pribadi terhadap Keluarga Melki
Melki langsung menghubungi orang tuanya setelah mendengar kabar tersebut. Orang tua Melki membenarkan bahwa seseorang berseragam TNI dan berpakaian bebas telah mendatangi rumah mereka di Kalimantan. Melki juga menyampaikan bahwa ibunya di kampung halaman mengatakan bahwa orang tersebut mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, termasuk mengenai jadwal kepulangan Melki ke kampung halaman dan rutinitas ibunya.
"Padahalkan hal-hal seperti itu, hal-hal yang menjadi ranah privat kita," ujar Melki seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Ancaman dan Intimidasi Terus Menerus Sejak Menjadi Ketua BEM UI
Sejak menjabat sebagai Ketua BEM UI pada awal tahun 2023, Melki telah mengalami berbagai bentuk ancaman dan intimidasi. Ia menyatakan bahwa sering menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai pihak TNI-Polri, namun tanpa menyebutkan secara spesifik unit atau instansi mereka.
"Ketika awal menjadi Ketua BEM UI, pada 2023, sudah mendapatkan banyak hal yang sebagai ancaman. Seperti h-1 demonstrasi ditelepon, diancam bakal dibubarin, diancam bakal direpresi, dan disapu bersih itu sering," kata Melki seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Ancaman dan intimidasi tidak hanya datang melalui telepon, tetapi juga melalui media sosial. Bahkan, akun Twitter BEM UI yang dipegang oleh Melki masih terus diretas oleh pihak yang tidak dikenal.
“Sampai sekarang akun Twitter BEM UI masih diretas nih. Sampai sekarang gak tau siapa yang meretas dan apa kepentingannya meretas, gak tau,” tambah Melki seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



