Kenalkan Tugas Polisi Sejak Dini, Satlantas Trenggalek Ajak Siswa Belajar di Museum
Satlantas Polres Trenggalek menggelar edukasi Polsanak di Museum R. Roestamadji untuk menanamkan nilai sejarah, kedisiplinan, dan cinta tanah air bagi pelajar demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Trenggalek, (afederasi.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek terus menggencarkan program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) sebagai upaya nyata menyongsong Indonesia Emas 2045. Kali ini, kegiatan edukasi menyasar para pelajar MI Sugihan, Kecamatan Kampak, saat berkunjung ke Mapolres Trenggalek, Kamis (16/7/2026).
Program Polsanak ini dirancang khusus bagi pelajar tingkat PAUD, TK, hingga sekolah dasar. Fokus utamanya bukan sekadar memberikan wawasan mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga menanamkan etika dasar serta pengenalan sejarah institusi kepolisian sejak dini.
Para siswa diajak berkeliling area Mapolres Trenggalek untuk melihat langsung tugas dan peralatan yang digunakan personel kepolisian dalam melayani masyarakat. Puncak dari kunjungan tersebut adalah sesi pembelajaran di Museum Hidup R. Roestamadji.
Di dalam museum, para siswa tampak antusias mengamati berbagai koleksi peninggalan sejarah kepolisian. Rasa ingin tahu mereka terlihat saat beberapa siswa aktif melontarkan pertanyaan mengenai fungsi dari berbagai peralatan kuno yang terpajang.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki melalui Kasatlantas AKP Kharisma Afriansyah menjelaskan, museum tersebut sengaja dijadikan sarana edukasi untuk memvisualisasikan perjalanan panjang Polres Trenggalek. Nama museum sendiri diambil dari Kapolres Trenggalek pertama.
"Nama museum merujuk pada AKP R. Roestamadji, Kapolres Trenggalek pertama. Melalui koleksi di sini, kami memvisualisasikan perjalanan Polres Trenggalek dari masa ke masa agar anak-anak memahami sejarah instansi ini," ujar AKP Kharisma.
Menurutnya, pemahaman sejarah sangat penting untuk membangun kedekatan emosional antara anak-anak dengan Polri. Dengan memahami perjuangan anggota kepolisian di masa lalu, diharapkan tumbuh rasa cinta tanah air serta kebanggaan terhadap lembaga kepolisian di benak generasi muda.
Lebih jauh, AKP Kharisma menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari investasi sosial jangka panjang. Pihaknya ingin menanamkan jiwa disiplin, kepatuhan hukum, dan rasa kebangsaan kepada para siswa sejak dini.
"Mereka adalah generasi masa depan yang akan menjadi pemimpin bangsa. Kami membekali mereka dengan nilai-nilai positif sebagai persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(pb/dn)
What's Your Reaction?

