Menteri LH Puji Pengelolaan Sampah Jombang Mendekati Sempurna, Dorong Ekonomi Sirkular

16 Jul 2026 - 09:00
Menteri LH Puji Pengelolaan Sampah Jombang Mendekati Sempurna, Dorong Ekonomi Sirkular
Menteri Lingkungan Hidup, Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si, meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di TPA Banjardowo Jombang dan memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang pada Rabu (15/07/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com)– Kabupaten Jombang menerima kunjungan kerja dari Menteri Lingkungan Hidup, Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si., pada Rabu (15/07/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Menteri meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di TPA Banjardowo Jombang dan memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang .

Menteri Jumhur Hidayat menyebut sistem pengelolaan sampah di Jombang telah menunjukkan kemajuan signifikan dan "mendekati sempurna". Ia menilai inisiatif ini membanggakan karena tidak lagi mengandalkan pola konvensional "angkut, timbun, dan buang" . 

Menurut data, timbulan sampah di Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari, dan berkat sistem pemilahan yang baik, lebih dari separuhnya (sekitar 300 ton) berhasil dikelola, menyisakan hanya 30 persen sampah yang benar-benar masuk ke TPA .

"Pengelolaan sampah di Jombang sudah berjalan dengan baik. Sampah dipilah sejak awal sehingga yang masuk ke TPA hanya sebagian dan masih melalui proses pemilahan kembali," ujar Menteri Jumhur Hidayat.

Menteri menyoroti potensi besar dari komposisi sampah organik yang mencapai 55-60 persen dari total timbulan. Sampah ini, jika dikelola dengan baik, dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti wood pellet biomassa sebagai substitusi batu bara .

"Jika diolah menjadi pellet untuk pendamping batu bara, prosesnya tidak terlalu rumit dan harganya bisa berkisar antara 40 hingga 50 dolar AS per ton.

Jika kita bisa mengolah 60 ton saja per hari, potensi pendapatan yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp30 juta per hari," jelasnya. Produk ini sangat diminati oleh industri besar, seperti pabrik semen, untuk menekan penggunaan energi fosil .

Untuk meningkatkan kapasitas dan nilai tambah, Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen mengkaji bantuan teknologi tambahan, seperti alat pirolisis atau alat pembuatan Refuse Derived Fuel (RDF). RDF adalah bahan bakar alternatif dari sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan oleh industri.

"Kami akan membantu mencarikan jalan keluar, mempelajari alat apa yang bisa ditambahkan agar proses ini semakin maksimal dan mendatangkan pendapatan yang lebih besar," tegas Menteri .

Mendampingi Menteri, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah pusat.

 "Dengan datangnya Pak Menteri di Jombang, harapannya dapat membawa manfaat. Tadi didukung penuh oleh Pak Menteri, adapun dukungan tersebut berupa peralatan yang meningkatkan nilai sampah terolah yakni alat pembuatan RDF," jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, memandu langsung peninjauan teknis operasional, termasuk pemeriksaan mesin pencacah dan sarana sortir. 

Pihak DLH menyatakan infrastruktur daerah sudah matang dan optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak ekologis yang bersih serta manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Jombang .

Di akhir sambutannya, Menteri Jumhur Hidayat menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan Jombang, mengenang hubungannya dengan almarhum Gus Dur. 

Ia memuji identitas Jombang sebagai Kota Santri yang mampu mengimplementasikan nilai luhur keagamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan .

"Kebersihan adalah sebagian dari iman. Teman-teman santri di Jombang betul-betul membuktikan hal tersebut secara nyata. Jombang pantas menjadi percontohan ekonomi sirkular bagi kabupaten-kabupaten lain di Indonesia," pungkasnya .(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow