Tekan Biaya Produksi, Mas Rio Ajak Petani Situbondo Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dorong petani gunakan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan luncurkan Akademi Tani Muda untuk cetak seribu petani milenial.

18 Jun 2026 - 12:03
Tekan Biaya Produksi, Mas Rio Ajak Petani Situbondo Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk
Bupati Situbondo beserta forkopimda memanen padi (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menginisiasi gerakan revolusi pertanian ramah lingkungan saat melakukan panen raya di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kamis (18/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong petani untuk mulai mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik sebagai upaya menekan biaya produksi.

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Situbondo, mulai dari Wakil Bupati, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Dandim 0823, hingga unsur pimpinan DPRD setempat. Mas Rio, sapaan akrab Bupati, menegaskan bahwa ketergantungan pada pupuk kimia harus segera dikurangi demi menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

​"Pertanian di Situbondo harus produktif sekaligus ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, petani bisa menekan pengeluaran sekaligus menjaga kualitas tanah," ujar Mas Rio di sela-sela kegiatan.

​Menurutnya, sisa makanan, buah-buahan, hingga dedaunan yang selama ini dianggap sampah, memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi kompos. Langkah ini dinilai sebagai solusi ganda untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus meringankan beban petani akibat fluktuasi harga pupuk kimia.

​Terkait capaian sektor pangan, Mas Rio memaparkan bahwa produksi gabah pada tahun 2025 mencapai 321 ribu ton dari total luas lahan 36 ribu hektare. Ia optimistis angka ini dapat ditingkatkan melalui inovasi berkelanjutan.

​Namun, Mas Rio menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus dibarengi dengan regenerasi petani. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi meluncurkan program Akademi Tani Muda. Program ini dirancang sebagai wadah edukasi untuk mencetak seribu petani milenial yang modern dan inovatif.

​"Kami ingin mengubah paradigma bahwa bertani bukan profesi yang menjanjikan. Akademi Tani Muda akan menjadi laboratorium bagi generasi muda untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi, serta mengelola potensi lingkungan secara mandiri," pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow