Kecelakaan Kerja di Malaysia, Jenazah PMI Asal Lamongan Berhasil Dipulangkan
"Tugas kita semua untuk saling membantu sesama, apalagi ini menyangkut warga kita yang sedang tertimpa musibah di luar negeri," katanya.
Lamongan, (afederasi.com) – Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Muji Santoso (50), akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air setelah meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Malaysia.
Proses pemulangan jenazah tersebut difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Yayasan Berkas Bersinar.
Kepala Disnaker Lamongan, Mohammad Zamroni, membenarkan peristiwa meninggalnya PMI asal Lamongan tersebut akibat insiden kecelakaan kerja.
Zamroni menjelaskan, jenazah almarhum mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menggunakan maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH871 pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.
"Setelah proses administrasi dan pengeluaran jenazah di kargo Bandara Juanda selesai sekitar pukul 11.30 WIB, jenazah langsung diberangkatkan menggunakan ambulans menuju rumah duka di Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun," ujar Zamroni.
Setibanya di rumah duka sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah diserahkan secara resmi oleh pihak Disnaker Lamongan kepada putri kandung almarhum, Fitrotin Nisa. Penyerahan ini turut disaksikan oleh pihak keluarga, warga sekitar, serta perwakilan Yayasan Berkas Bersinar.
Berdasarkan data resmi dari Disnaker Lamongan, Muji Santoso mengembuskan napas terakhir di Malaysia pada 11 Juli 2026. Hasil medis mencatat penyebab kematian almarhum adalah blunt force trauma to the pelvis atau cedera benturan berat pada bagian panggul akibat kecelakaan kerja.
Proses pemulangan ini juga mendapat pengawalan dan pendampingan khusus dari Ipda Purnomo, yang aktif berkoordinasi sejak pihak keluarga mengajukan permohonan bantuan.
"Tugas kita semua untuk saling membantu sesama, apalagi ini menyangkut warga kita yang sedang tertimpa musibah di luar negeri," katanya.
Purnomo mengungkapkan bahwa pihak keluarga sebelumnya sempat diliputi ketidakpastian mengenai kejelasan pemulangan jenazah. Kepastian baru didapat setelah dibangun koordinasi intensif antarpihak di Indonesia maupun Malaysia.
"Berawal dari permohonan bantuan dari keluarga dan kerabat untuk meminta bantuan pengawalan serta penjemputan kargo jenazah di Bandara Internasional Juanda, Surabaya," tambah Purnomo.
Sementara itu, putri almarhum, Fitrotin Nisa, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu mengurus hingga mengawal kepulangan almarhum ayahnya.
"Terima kasih kepada Disnaker Lamongan, Yayasan Berkas Bersinar, dan semua pihak yang mendampingi keluarga kami hingga jenazah Ayah bisa dimakamkan di kampung halaman," tutur Fitrotin Nisa dengan haru. (yan)
What's Your Reaction?

