Gencarkan Normalisasi Sungai, Dinas PUPR Jombang Fokus di Tiga Kecamatan untuk Cegah Banjir
Jombang, (afederasi.com) – Musim hujan yang melanda wilayah Kabupaten Jombang menjadi perhatian serius bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Untuk mengantisipasi bencana banjir, Dinas PUPR Jombang terus menggencarkan pembersihan dan normalisasi saluran sungai di sejumlah titik rawan, khususnya di Kecamatan Kesamben, Ngusikan, dan Mojoagung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air,Dinas PUPR Jombang, Sultoni, saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus menangani beberapa lokasi yang dinilai krusial dan mendesak.
"Normalisasi sungai yang sifatnya urgent masih cukup banyak yang sedang kami tangani. Contohnya, Avour Watudakon yang ada di Kecamatan Kesamben. Kemudian di bagian utara Brantas, tepatnya di Desa Kedungbogo dan Desa Ngusikan, Kecamatan Ngusikan. Kami juga melakukan normalisasi di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung," ujar Sultoni, Jumat (17/04/2026).
Menurut Sultoni, untuk pengerjaan di Desa Murukan ditargetkan selesai hari ini. Setelah itu, tim akan berpindah ke lokasi lainnya.
"Insya Allah hari ini yang di Murukan terakhir, dan bisa pindah ke tempat lain. Kondisi di lapangan bermacam-macam. Di Kedungbogo kemarin sempat banjir, itu yang kami tangani. Termasuk di Desa Ngusikan dan Kedungmlati. Ini salah satu titik penyebab banjir di Kecamatan Kesamben," imbuhnya.
Sultoni berharap dengan adanya normalisasi ini, dampak banjir di wilayah hilir dapat segera berkurang. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan secara berkelanjutan.
"Setelah yang di hulu ini selesai, mudah-mudahan di hilir sudah berkurang. Kami tangani secara berkelanjutan," tegasnya.
Terkait normalisasi embung, Sultoni menjelaskan bahwa waktu yang ideal biasanya pada bulan Juli atau Agustus, ketika tampungan air hampir habis. Namun, kondisi di utara Brantas sedikit berbeda.
"Untuk embung, idealnya bulan Juli-Agustus, saat tampungan air mau habis, baru dinormalisasi. Tapi di utara Brantas, tanaman tembaku tidak begitu banyak air dan embungnya tidak dialiri dari sungai, jadi sedimentasi di embung relatif sedikit," pungkasnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Dinas PUPR Jombang optimistis mampu meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda sejumlah desa di tiga kecamatan tersebut, sekaligus memastikan sistem pengairan berjalan lancar.(san).
What's Your Reaction?



