Dukung Asta Cita Presiden, Bunda PAUD Lamongan Luncurkan Buku Koding Kondang Sekaran
Alhamdulillah, saat ini sudah berhasil menciptakan tiga buku Koding Kondang Sekaran. Harapannya, anak-anak bisa mengenal budaya lokal melalui buku ini. Penguatan muatan lokal sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah arus globalisasi,” ujarnya.
Lamongan, (afederasi.com) – Transformasi pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lamongan kini semakin berkembang. Melalui kolaborasi antara penguatan literasi digital dan kearifan lokal, Bunda PAUD Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, meresmikan peluncuran seri buku “Koding Kondang Sekaran” di Kantor Kecamatan Sekaran, Rabu (8/3/2026).
Langkah inovatif ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini dan penguasaan sains-teknologi yang tetap berpijak pada identitas budaya bangsa.
Buku yang disusun oleh kolaborasi tujuh guru PAUD di wilayah Sekaran ini bukan sekadar buku bacaan biasa. Kurikulum di dalamnya dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar teknologi termasuk logika koding yang dipadukan dengan pengenalan budaya serta sejarah lokal Kecamatan Sekaran.
Anis Kartikawati Yuhronur Efendi yang juga Ketua TP PKK Lamongan, menegaskan bahwa buku ini merupakan instrumen penting agar generasi emas Lamongan tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi.
“Alhamdulillah, saat ini sudah berhasil menciptakan tiga buku Koding Kondang Sekaran. Harapannya, anak-anak bisa mengenal budaya lokal melalui buku ini. Penguatan muatan lokal sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah arus globalisasi,” ujarnya.
Selain muatan teknologi dan lokalitas, materi buku ini secara eksplisit mengintegrasikan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen. Integrasi ini bertujuan membentuk karakter anak yang disiplin, religius, dan memiliki etos kerja tinggi sesuai dengan semangat pembangunan nasional.
Ketua tim penyusun buku, Nur Asmaiyah, menjelaskan bahwa integrasi teknologi menjadi ruh utama dalam penyusunan naskah agar peserta didik tetap relevan dengan zaman.
“Ide pertama yang mendasari kami adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan budaya yang ada di Kecamatan Sekaran. Harapannya, peserta didik tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi, namun tetap memahami asal-usul dan identitas daerahnya,” jelas Nur Asmaiyah.
Uniknya, buku ini juga menyisipkan edukasi gizi dengan mengangkat potensi alam Sekaran, seperti pengenalan ikan keting, ikan lele, dan buah-buahan lokal. Hal ini dinilai selaras dengan program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terkait distribusi, pihak pengembang merencanakan pencetakan awal sebanyak 1.000 eksemplar untuk tahun ajaran 2026/2027. Namun, Anis Kartikawati memberikan catatan khusus mengenai aksesibilitas buku tersebut agar tidak membebani wali murid secara finansial.
“Ke depan kita akan terkendala masalah biaya. Maka nanti akan ada diskusi lagi, bagaimana manfaat dari tiga buku ini bisa dirasakan tanpa membebani wali murid,” pungkasnya.
Melalui peluncuran ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Bunda PAUD dan TP PKK terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan adaptif terhadap teknologi AI tanpa meninggalkan akar budaya lokal. (yan)
What's Your Reaction?



