DPUTR Gresik Ungkap Penyebab Banjir Driyorejo, Normalisasi Segera Dikebut

"Koordinasi sudah kami lakukan dengan berbagai pihak. Salah satu kendala utama normalisasi adalah keberadaan bangunan perusahaan di kanan kiri sungai, serta jembatan-jembatan yang melintas di atasnya,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).

18 Mar 2026 - 06:35
DPUTR Gresik Ungkap Penyebab Banjir Driyorejo, Normalisasi Segera Dikebut
Kondisi jembatan perusahaan sekuat Kali tenggah yang ditengarai menjadi penyebab banjir di kawasan Driyorejo Gresik (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Kondisi Kali Tengah yang semakin dangkal dan menyempit menjadi penyebab utama banjir tahunan di wilayah Kecamatan Driyorejo, terutama saat musim hujan. Menyikapi hal tersebut, Dinas PUTR Kabupaten Gresik mulai mempercepat langkah normalisasi sungai secara menyeluruh.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Gresik, Ubaidillah, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, DPRD Gresik, pemerintah kecamatan dan desa, hingga stakeholder terkait lainnya.

Menurut Ubaidillah, kondisi Kali Tengah sepanjang kurang lebih 7,5 kilometer kini cukup memprihatinkan. Selain mengalami pendangkalan, aliran sungai juga menyempit di sejumlah titik, sehingga tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.

“Koordinasi sudah kami lakukan dengan berbagai pihak. Salah satu kendala utama normalisasi adalah keberadaan bangunan perusahaan di kanan kiri sungai, serta jembatan-jembatan yang melintas di atasnya,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).

Ubaidillah menjelaskan, terdapat sekitar 11 hingga 18 perusahaan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. Sebagian besar perusahaan tersebut membangun jembatan penghubung yang melintang di atas Kali Tengah, termasuk perusahaan modal asing (PMA).

Temuan tersebut sempat menjadi perhatian pemerintah provinsi, hingga dilakukan klarifikasi bersama seluruh pihak. Dari hasil koordinasi, disepakati percepatan normalisasi sungai sebagai solusi utama untuk mengatasi banjir yang kerap melanda, khususnya di Desa Sumput.

“Hasil identifikasi menunjukkan Kali Tengah menjadi penyebab utama banjir di Driyorejo. Normalisasi harus segera dilakukan, dan kami optimistis bisa terealisasi,” tegasnya.

Dinas PUTR juga memastikan perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar sungai bersikap kooperatif dan siap mengikuti arahan dalam rencana normalisasi, termasuk penyesuaian terhadap konstruksi jembatan yang ada. Saat ini, proses perizinan jembatan juga tengah dievaluasi oleh dinas terkait di tingkat daerah maupun provinsi.

Sementara itu, Camat Driyorejo, Muhammad Amri, telah meminta perusahaan untuk segera melakukan penyesuaian konstruksi jembatan yang dinilai terlalu rendah dan menghambat aliran air. Namun, hingga kini baru tiga dari tujuh perusahaan yang melakukan peninggian jembatan.

“Ini langkah jangka pendek yang kami lakukan. Masih diperlukan koordinasi lebih lanjut agar solusi penanganan banjir bisa dilakukan secara komprehensif,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mendesak langkah tegas dari seluruh pihak untuk mengatasi persoalan banjir di Driyorejo. Ia menekankan pentingnya penertiban jembatan, pengembalian fungsi saluran air, serta penataan konektivitas drainase agar terhubung dengan saluran induk.

“Kami mendesak perusahaan untuk meninggikan jembatan di atas sungai, mengembalikan fungsi saluran yang menyempit, serta memperbaiki konektivitas aliran air. Penertiban harus segera dilakukan,” tegasnya.

Dengan percepatan normalisasi dan kolaborasi lintas pihak, pemerintah berharap persoalan banjir tahunan di Kecamatan Driyorejo dapat segera teratasi secara menyeluruh.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow