DPRD Gresik Desak Proyek BIP Humanis dan Taat Prosedur, Sengketa Lahan Jadi Sorotan

15 Feb 2026 - 12:11
DPRD Gresik Desak Proyek BIP Humanis dan Taat Prosedur, Sengketa Lahan Jadi Sorotan
Anggota Komisi I DPRD Gresik Husnul Fiqhan saat mendengarkan keluhan warga terkait proyek Bungah Industrial Park di Bungah Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Tekanan terhadap proyek kawasan industri di Kecamatan Bungah kian menguat. DPRD Kabupaten Gresik secara tegas mengingatkan PT Bungah Industrial Park agar tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga wajib mengedepankan pendekatan humanis serta kepatuhan penuh terhadap prosedur aturan, terutama di tengah masih bergulirnya persoalan sengketa lahan warga.

Sorotan itu mencuat setelah Anggota Komisi I DPRD Gresik, Husnul Fiqhan, menerima langsung keluhan masyarakat saat reses. Warga tiga desa ring satu proyek menilai, masifnya pemerataan lahan yang kini mulai menyasar wilayah Desa Masangan harus dibarengi transparansi informasi dan komunikasi terbuka kepada masyarakat terdampak.

Proyek kawasan industri dengan luasan mencapai 356 hektar tersebut dinilai memiliki dampak besar karena posisinya berdekatan dengan permukiman warga. Jika tidak dikelola dengan pendekatan sosial yang baik, proyek berpotensi memicu gesekan sosial di tingkat masyarakat.

“Perusahaan harus hadir tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Sosialisasi harus dilakukan sejak awal, bukan setelah alat berat bekerja,” tegas Fiqhan, Minggu (15/02/2026)

Menurutnya, sosialisasi bukan sekadar formalitas, tetapi harus menyentuh aspek krusial. Mulai dari penjelasan dampak aktivitas proyek, mitigasi lingkungan, peluang kerja bagi warga lokal, hingga realisasi program CSR yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Fiqhan juga menegaskan, penyelesaian persoalan dengan warga harus mengutamakan jalur non litigasi dan pendekatan kekeluargaan. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci agar investasi dapat berjalan tanpa meninggalkan konflik sosial berkepanjangan.

Komisi I DPRD memastikan tetap mendukung masuknya investasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Namun, investasi harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak langsung pembangunan kawasan industri di Gresik.

Dalam forum reses yang sama, warga juga menyuarakan persoalan lain, mulai dari kerusakan parah jalan nasional di wilayah Gresik Utara hingga banjir yang kerap merendam sejumlah ruas jalan saat musim hujan, yang dinilai turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow