Dentuman Keras Guncang Mimbo Situbondo, Polisi Sterilkan Lokasi Radius 50 Meter dari Bahaya Susulan

. "Tim kami bergerak cepat melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi secara ketat. Untuk sementara waktu, warga dilarang keras keluar masuk area dalam radius 50 meter dari titik pusat ledakan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," tegas Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie.

18 Feb 2026 - 10:56
Dentuman Keras Guncang Mimbo Situbondo, Polisi Sterilkan Lokasi Radius 50 Meter dari Bahaya Susulan
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie saat di wawancara awak media (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Ketenangan warga Kampung Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, seketika pecah pada Rabu siang (18/2/2026). Sebuah ledakan dahsyat yang terjadi sekitar pukul 12.08 WIB menggegerkan pemukiman padat penduduk tersebut, hingga memicu kepanikan luar biasa yang membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Merespons insiden maut tersebut, jajaran Kepolisian Resor Situbondo langsung menerjunkan personel untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga sekitar dengan menutup total akses ke titik ledakan.

"Tim kami bergerak cepat melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi secara ketat. Untuk sementara waktu, warga dilarang keras keluar masuk area dalam radius 50 meter dari titik pusat ledakan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," tegas AKBP Bayu saat memimpin jalannya pengamanan di lokasi kejadian.

Berdasarkan kesaksian Ketua RT setempat, lingkungan tersebut sebenarnya jauh dari aktivitas industri maupun pabrik petasan legal. Warga pun mengaku sama sekali tidak menduga adanya aktivitas perakitan bahan peledak di tengah-tengah pemukiman mereka. Hal ini menguatkan dugaan bahwa aktivitas pembuatan mercon tersebut dilakukan secara gelap atau sembunyi-sembunyi oleh oknum tertentu.

Kapolres mensinyalir bahwa aktivitas berbahaya ini kerap muncul sebagai fenomena musiman menjelang bulan suci Ramadan. Namun, ia menyayangkan penggunaan bahan peledak berdaya rusak tinggi yang kerap disalahartikan sebagai bagian dari tradisi.

"Bahan peledak bukan merupakan objek yang bisa dijadikan mainan atau bagian dari tradisi. Tindakan ini sangat tidak bertanggung jawab, berisiko tinggi, dan secara nyata mengancam keselamatan jiwa masyarakat luas," ujar Kapolres dengan nada bicara yang serius.

Dari hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh tim Inafis di lokasi yang porak-poranda, petugas menemukan sedikitnya 20 hingga 30 butir mercon berukuran besar yang telah siap pakai. Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa memberikan kepastian mengenai kemungkinan adanya bahan peledak lain yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Guna memastikan keamanan total, Polres Situbondo kini tengah berkoordinasi dengan satuan yang lebih ahli dalam menangani material eksplosif. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi adanya pemicu ledakan susulan yang belum terdeteksi.

"Saat ini, petugas di lapangan masih menunggu proses penyisiran lanjutan oleh tim Gegana. Mengingat keterbatasan peralatan khusus di tingkat Polres, sterilisasi area menjadi harga mati sebagai langkah mitigasi utama sebelum lokasi benar-benar dinyatakan aman secara teknis," tambahnya menutup penjelasan.

Hingga berita ini dilaporkan, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk mengungkap pemilik serta asal-usul bahan peledak tersebut. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow