Dandim Bondowoso: KDMP Jadi Mitra Toko Kelontong dan Penyangga Hasil Panen Petani

06 Mar 2026 - 14:24
Dandim Bondowoso: KDMP Jadi Mitra Toko Kelontong dan Penyangga Hasil Panen Petani
Buka bersama antara Kodim 0822 dan insan pers Bondowoso di gudang KDMP Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Jumat (6/3/2026). (Deni AW/Afederasi.com)

Bondowoso (afederasi.com) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan menjadi mitra bagi toko kelontong sekaligus penyangga hasil panen petani di desa.

Hal tersebut disampaikan saat acara buka puasa bersama antara Kodim 0822 Bondowoso dengan insan pers di gudang KDMP Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Jumat (6/3/2026) petang.

Dalam kesempatan itu, Dandim menjelaskan bahwa KDMP yang dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian desa.

Menurutnya, kehadiran KDMP bukan untuk menjadi pesaing usaha kecil di desa, melainkan menjadi mitra distribusi bagi pedagang.

“KDMP ini bukan untuk menyaingi toko kelontong, tetapi menjadi mitra. Nantinya toko kelontong bisa kulak barang di KDMP dengan harga yang sama atau bahkan lebih murah dibanding tempat kulak sebelumnya. Ini juga menghemat biaya transportasi mereka,” jelas Letkol Inf Prawito.

Ia mencontohkan, pedagang di Desa Dadapan yang biasanya harus mengambil barang ke kota nantinya cukup membeli stok di KDMP setempat. Konsep ini diharapkan dapat diterapkan di desa-desa lain di Bondowoso, mengingat setiap desa direncanakan memiliki satu KDMP.

Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, KDMP juga akan berfungsi sebagai offtaker atau penampung hasil pertanian masyarakat.
Komoditas seperti beras, jagung, dan hasil pertanian lainnya dapat diserap oleh KDMP sehingga petani tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panennya.

“Kalau Bondowoso surplus beras sementara daerah lain membutuhkan, maka distribusinya bisa dilakukan antar-KDMP. Jadi ada kerja sama antardaerah melalui koperasi desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, KDMP Dadapan juga dilengkapi fasilitas klinik kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pemeriksaan kesehatan dasar tanpa harus pergi jauh ke puskesmas atau rumah sakit di kota.

Ke depan, KDMP juga akan terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh bahan pangan untuk program tersebut direncanakan dipasok melalui KDMP.

“Dengan suplai dari KDMP, kualitas bahan makanan untuk program MBG bisa lebih terjamin. Ini juga untuk mencegah adanya pemasok yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Untuk memastikan pengelolaan berjalan profesional, pada dua tahun pertama operasional KDMP akan mendapatkan pendampingan dan pengawasan dari PT Agrinas Pangan Nusantara hingga dinilai mampu mandiri.

Di akhir kegiatan, Dandim berharap insan pers turut berperan mengawal jalannya program tersebut melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang.

“Saya berharap teman-teman media ikut mengawal KDMP agar berjalan profesional. Kalau ada fakta di lapangan, silakan disampaikan sebagai bahan evaluasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua JMSI Cabang Bondowoso, Bahrullah, mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi antara TNI dan insan pers, tetapi juga memberikan pemahaman kepada media terkait program KDMP.

“Ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat melalui pemberitaan yang faktual. JMSI Bondowoso berkomitmen menyajikan produk jurnalistik yang berkualitas, edukatif, dan berimbang,” ujarnya. (Den)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow