Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di Jombang Digelar Terakhir

14 Feb 2026 - 12:27
Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di Jombang Digelar Terakhir
Kegiatan manasik haji yang di laksanakan di gedung sebaguna Desa Ploso Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Jawa Timur, Sabtu (14/02/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Menyambut keberangkatan calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang menggelar rangkaian bimbingan manasik haji terintegrasi. Mengusung tema "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan", kegiatan ini berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Jombang, Sabtu (14/02/2026).

Salah satu pusat kegiatan berada di Gedung Serbaguna Desa Ploso, Kecamatan Ploso. tanpak  calon jamaah dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Plandaan, Ploso, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan, sangat antusias mengikuti rangkaian pembimbingan manasik haji ini.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan beragam pemateri kompeten ini merupakan tahapan krusial setelah proses verifikasi, pelunasan biaya haji, dan pramanifestasi. Pada hari yang sama, bimbingan serupa juga digelar secara serentak di Kecamatan Sumobito, Kecamatan Ploso, dan Kecamatan Peterongan.

Ditemui di sela-sela acara, Pembimbing Jamaah Haji Kabupaten Jombang 2026, Muhajir, menyampaikan materi spesifik mengenai layanan dan tata cara ibadah haji pasca puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia menekankan pentingnya pemahaman jamaah mengenai rangkaian ibadah setelah kembali ke Mekkah.

"Di Mekkah nanti, agenda utamanya adalah Tawaf Ifadah dan Tahallul Tsani. Saya sampaikan kepada jamaah, begitu pulang dari Mina menuju hotel di Mekkah, kami berharap kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga. Untuk menuju Masjidil Haram melaksanakan Tawaf Ifadah, kita akan menunggu bus sholawat beroperasi," terang Muhajir.

Mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, Muhajir menjelaskan bahwa Bus Sholawat biasanya baru beroperasi pada 16 Dzulhijjah. Oleh karena itu, ia mengimbau jamaah untuk memprioritaskan istirahat dan memulihkan stamina di hotel hingga transportasi tersedia, baru kemudian melaksanakan Tawaf Ifadah secara bersama-sama.

Muhajir juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh calon jamaah. "Mari kita ikuti arahan petugas kloter dan jadwal yang sudah ditentukan. Jangan memburu keutamaan (afdholiyah) yang justru membahayakan keselamatan. Menjaga keselamatan lebih utama. Semoga jamaah haji Indonesia senantiasa selamat dan pulang membawa predikat haji yang mabrur," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, memaparkan bahwa bimbingan manasik kali ini merupakan rangkaian ketiga dari tahapan sebelumnya. Sebelumnya, bimbingan telah dilaksanakan di 13 Kecamatan secara bertahap dan hari ini yang terkhir di 8 Kecamatan di tiga lokasi yang melakukan kegiatan bimbingan manasik haji di Kabupaten Jombang.

8 titik yang sudah melaksanakan kegiatan manasik haji yakni :

1. Kecamatan Jombang.
2. Kecamatan Diwek.
3. Kecamatan Jogoroto.
4. Kecamatan Megaluh dan  Kecamatan Tembelang.
5. Kecamatan Perak, Kecamatan Bandarkedungmulyo dan Kecamatan Gudo.
6. Kecamatan Bareng, Kecamatan Ngoro dan Kecamatan  Wonosalam.
7. Kecamatan Mojowarno.
8. Kecamatan Mojoagung.

3 titik yang melaksanakan kegaitan manasik haji  yakni : 

1. Kecamatan Sumobito dan  Kecamatan Kesamben.
2. Kecamatan Peterongan.
3.  Kecamatan Plandaan, Kecamatan Ploso, Kecamatan Kabuh, Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan.

" Utuk jamaah haji yang berhak berangkat di tahun 2026, totalnya sebanyak 1.263 orang," terang Ilham Rohim.

Pasca kegiatan manasik, pihaknya akan segera menyusun jadwal pemberangkatan secara rinci. "Mulai dari jam berapa jamaah masuk ke pendopo hingga keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya akan kita susun jadwalnya. Semua detail disiapkan agar jamaah benar-benar siap diberangkatkan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham juga mengumumkan pembagian kloter untuk jamaah asal Kabupaten Jombang. Sebanyak 1.263 jamaah akan tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 60, 61, 62, dan 63. Rencananya, mereka akan diberangkatkan secara bertahap pada tanggal 6 hingga 7 Mei 2026.

Ilham Rohim menegaskan bahwa persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci tidak hanya mencakup aspek administrasi dan logistik, tetapi juga pengetahuan yang memadai mengenai pelaksanaan ibadah haji. Melalui bimbingan manasik ini, jamaah dibekali arahan terkait persiapan fisik, mental, serta pengetahuan mendalam mengenai tempat-tempat suci dan aspek spiritual selama menjalankan ibadah.

"Pemahaman yang baik akan memperdalam penghayatan spiritual dan kesungguhan dalam menjalankan setiap ritual. Untuk itu, kegiatan manasik haji sangat penting diikuti agar jamaah paham dan mengerti rangkaian ibadah haji mulai dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci," tandasnya.

Dengan tema "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan", Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang, berkomitmen untuk memberikan pendampingan maksimal. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh jamaah, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk.

Dengan persiapan yang matang dari berbagai aspek, diharapkan para calon jamaah haji asal Kabupaten Jombang dapat menunaikan ibadah dengan optimal dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow