Aksi Perang Sarung Puluhan Remaja di Cerme Gresik Digagalkan Polisi, Dua Pelajar Diamankan

21 Feb 2026 - 17:37
Aksi Perang Sarung Puluhan Remaja di Cerme Gresik Digagalkan Polisi, Dua Pelajar Diamankan
Petugas menyita sarung yang dimodifikasi seperti pecut dan potongan balik kayu yang akan digunakan aksi perang sarung (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Aksi perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di wilayah Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik digagalkan Petugas Polsek Cerme.Dalam pembubaran tersebut, petugas mengamankan dua remaja beserta sejumlah barang bukti yang diduga hendak digunakan untuk aksi saling serang.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (21/02/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Raya Dusun Karangan, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme. Sekitar 30 remaja terlibat dalam aksi perang sarung yang telah dimodifikasi hingga menyerupai pecut.

Selain sarung, petugas juga menemukan balok kayu yang berpotensi membahayakan keselamatan. 

Kapolsek Cerme, AKP Taufan Arif Nugroho, memimpin langsung personel menuju lokasi setelah menerima laporan warga yang resah dengan aktivitas tersebut.

Saat petugas tiba, para remaja langsung berhamburan melarikan diri. Sebagian kabur ke area persawahan, sementara lainnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Meski banyak yang melarikan diri, petugas berhasil mengamankan dua remaja di lokasi beserta kendaraan yang tertinggal,” ujar AKP Taufan.

Dua remaja berstatus pelajar itu kemudian digiring ke Mapolsek Cerme untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Xeon 125 warna biru bernopol L-2885-**, sarung yang digunakan untuk menyerang kelompok lain, serta satu potongan balok kayu berukuran 4x6 sentimeter dengan panjang sekitar 50 sentimeter.

“Kami juga mengamankan satu potongan balok kayu yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut,” ungkapnya.

AKP Taufan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan perangkat desa, memanggil orang tua, serta pihak sekolah guna memberikan pembinaan terhadap para remaja tersebut.

“Langkah ini sebagai bentuk pencegahan agar aksi serupa tidak kembali terjadi, khususnya selama bulan Ramadan yang rawan aksi kenakalan remaja,” pungkasnya. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow