7 Motor dan 1 Rumah Dibakar Massa di Perbatasan Gresik-Lamongan, Dipicu Pelaku Tawuran Belum Tertangkap

28 Feb 2026 - 04:04
7 Motor dan 1 Rumah Dibakar Massa di Perbatasan Gresik-Lamongan, Dipicu Pelaku Tawuran Belum Tertangkap
7 Motor hangus tinggal rangka dan 1 unit rumah terbakar akibat aksi amuk massa di perbatasan Gresik-Lamongan .(Istimewa/afederasi.com)
7 Motor dan 1 Rumah Dibakar Massa di Perbatasan Gresik-Lamongan, Dipicu Pelaku Tawuran Belum Tertangkap

Gresik, (afederasi.com) – Aksi anarkis pecah di wilayah perbatasan Kabupaten Gresik dan Lamongan, Jawa Timur, Jumat (27/02/2026) malam. Sebanyak tujuh sepeda motor dan satu unit rumah dibakar massa. Selain itu, satu mobil dirusak dan sejumlah rumah warga di sepanjang jalan menjadi sasaran lemparan batu.

Peristiwa ini terjadi di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, yang berbatasan langsung dengan Desa Campurejo dan Banyutengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah dan kendaraan yang dibakar merupakan milik Syaifudin alias Din Maling dan Safik, yang disebut sebagai provokator tawuran sekaligus terduga pelaku pembacokan dua warga Desa Campurejo saat patroli sahur.

Dipicu Pelaku Tawuran Belum Tertangkap

Kanit Reskrim Polsek Panceng, Ipda Yudi Setiawan, membenarkan adanya aksi anarkis tersebut. Ia menyebut kericuhan berlangsung hingga menjelang tengah malam.

“Benar, ada pembakaran satu rumah dan tujuh sepeda motor. Selain itu satu mobil dirusak dan beberapa rumah warga terkena lemparan batu,” ujar Ipda Yudi, Jumat (27/02/2026) malam.

Ipda Yudi menyebut, aksi tersebut dipicu kekecewaan warga karena dua terduga pelaku tawuran dan pembacokan belum berhasil diamankan aparat.

“Massa tersulut emosi karena pelaku yang diduga melakukan pembacokan saat patroli sahur belum tertangkap,” jelasnya.

Selain membakar rumah dan kendaraan, massa juga sempat menyalakan petasan dan melemparkannya ke arah rumah yang menjadi sasaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan remaja dari Desa Campurejo dan Banyutengah terlibat tawuran saat melakukan patroli sahur pada Jumat dini hari.

Bentrok bermula dari aksi saling lempar bom air plastik yang memicu adu mulut hingga berujung perkelahian massal.

Dalam insiden tersebut, dua warga Desa Campurejo menjadi korban. M. Ruhul Madani mengalami luka gores, sementara Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka robek di bagian perut akibat sabetan senjata tajam.

Pihak Satreskrim Polres Gresik terus melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku yang kabur melarikan diri. Polisi juga mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pungkas Ipda Yudi.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow