Wanita Asal Kotawaringin Barat Hilang di Sungai Brantas, Petugas Temukan Surat untuk Keluarga
Seorang perempuan asal Kalimantan Tengah dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Tulungagung. Petugas menemukan tas berisi pesan terakhir di lokasi kejadian.
Tulungagung, (afederasi.com) – Suasana di bantaran Sungai Brantas, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru mendadak gempar menyusul laporan hilangnya seorang perempuan berinisial PCA (26). Perempuan kelahiran Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah tersebut diduga kuat hanyut terseret arus sungai pada Jumat (10/4/2026).
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sebuah tas berwarna putih yang tergeletak di tepi sungai sebagai petunjuk utama. Tragisnya, di dalam tas milik korban tersebut ditemukan secarik kertas yang berisi pesan khusus ditujukan untuk pihak keluarganya sebelum ia dinyatakan hilang.
Komandan Tim Pos Basarnas Trenggalek, Mohamad Jazuli Prasetya, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan hilangnya korban pada Jumat pagi. Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah di rentang waktu pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB.
"Kami menerima informasi adanya seorang perempuan yang diduga hanyut di aliran Sungai Brantas Tulungagung. Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan tas milik korban tanpa ada keberadaan pemiliknya," kata Jazuli saat memberikan keterangan di lokasi pencarian, Jumat (10/4/2026).
Jazuli menambahkan, kuat dugaan korban sengaja mendatangi sungai sebelum akhirnya terjatuh ke air. Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri langsung mengerahkan personel untuk menyisir area secara komprehensif.
"Dua perahu karet kami terjunkan untuk melakukan penyisiran di tengah sungai. Sementara tim darat lainnya fokus menyusuri sepanjang bantaran sungai untuk mencari keberadaan korban," tutur Jazuli.
Operasi pencarian saat ini dipusatkan di sekitar titik penemuan tas dan rencananya akan diperluas hingga radius lima kilometer ke arah hilir. Petugas terus berupaya maksimal mengingat arus sungai yang cukup dinamis dan menantang dalam proses evakuasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, menjelaskan bahwa saat meninggalkan rumah, korban diketahui mengenakan kaos lengan panjang hitam, celana hitam, kerudung cokelat, dan sepatu slop hitam. Ciri-ciri tersebut menjadi acuan petugas dalam mengidentifikasi korban di lapangan.
"Kami juga mengonfirmasi adanya temuan kertas bertuliskan pesan untuk keluarga di dalam tas tersebut. Saat ini pencarian masih terus kami lakukan dengan fokus pada radius yang telah ditentukan," pungkas Teguh.(riz/dn)
What's Your Reaction?



