Harga Plastik di Lamongan Melambung Hingga 100 Persen, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Dampaknya, terutama pembeli kaget semua ya. Soalnya kenaikannya sekitar 60% sampai 100%. Plastik-plastik ini dulu cuma Rp11.000, sekarang jadi Rp19.000," ujar Septian saat ditemui di tokonya.

10 Apr 2026 - 05:06
Harga Plastik di Lamongan Melambung Hingga 100 Persen, Pedagang dan Pembeli Mengeluh
Kondisi Toko Plastik di Pasar Baru Kota Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)
Harga Plastik di Lamongan Melambung Hingga 100 Persen, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Lamongan, (afederasi.com) – Imbas Konflik Iran vs AS-Israel Kenaikan harga bahan baku plastik mulai berdampak serius pada roda ekonomi masyarakat bawah. Di sejumlah pasar baru kota Lamongan, harga plastik kemasan hingga gelas sekali pakai dilaporkan mengalami lonjakan drastis, bahkan mencapai 100 persen dari harga normal. Jumat, (10/4/2026).

Berdasarkan pantauan di salah satu toko grosir plastik, kenaikan ini terjadi secara merata pada hampir semua jenis produk plastik, mulai dari jenis PE (Polyethylene), PP (Polypropylene), hingga perlengkapan minuman seperti gelas plastik.

Sebrian Farid Sandi, salah satu pedagang grosir plastik, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini membuat banyak pelanggan terkejut. Menurutnya, tren kenaikan ini mulai terasa sangat signifikan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Dampaknya, terutama pembeli kaget semua ya. Soalnya kenaikannya sekitar 60% sampai 100%. Plastik-plastik ini dulu cuma Rp11.000, sekarang jadi Rp19.000," ujar Septian saat ditemui di tokonya.

Tak hanya plastik kiloan, perlengkapan usaha kuliner seperti gelas plastik juga mengalami penyesuaian harga yang cukup tinggi.

"Sebelumnya ya cuma Rp9.000, Rp8.000 per slop. Kalau sekarang bisa Rp12.000, ada yang sampai Rp20.000," tambahnya.

Septian menduga kenaikan harga yang terjadi secara global ini dipicu oleh dampak konflik internasional yang memengaruhi distribusi bahan baku dari pabrik. Ia mengaku saat ini omzet masih relatif stabil karena plastik merupakan kebutuhan pokok bagi pedagang lain, namun ia khawatir jika harga terus merangkak naik.

Kenaikan ini tentu mencekik para pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Salah satunya adalah Suhardi, seorang pedagang es batu yang kerap membeli plastik di pasar baru.

Suhardi mengaku harus memutar otak agar usahanya tidak merugi. Ia terpaksa menyesuaikan harga jual es batunya kepada pelanggan demi menutupi biaya modal plastik yang melonjak.

"Sekitar 60% kenaikannya. Dari biasanya Rp9.500 sekarang jadi Rp15.000. Naik tinggi banget. Ya otomatis (harga es) dinaikin Mas, biasanya Rp500 satu bijinya, biar nggak rugi," keluh Suhardi.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku kemasan di pasaran. Pasalnya, bagi pedagang kecil seperti dirinya, kenaikan harga sekecil apa pun sangat memengaruhi kelangsungan usaha mereka.

"Harapannya ya kalau bisa kembali ke harga dulu lagi. Kalau kemahalan sulit Mas, kasihan juga yang jualan kalau bahan bakunya mahal," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow