Prof. Ganjar Razuni Dukung Maklumat Rakyat Jombang
Jombang, (afederasi.com) – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional, Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni, S.H, M.Si, secara tegas mendukung Maklumat Rakyat Kabupaten Jombang yang menyatakan bahwa Ir. Soekarno lahir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada 6 Juni 1902.
Dukungan ini disampaikan berdasarkan kajian terhadap arsip-arsip otentik dan sumber-sumber sejarah primer yang semakin memperkuat fakta kelahiran Proklamator di wilayah Karesidenan Soerabaia kala itu.
Dasar Historis dan Arsip Otentik
Prof. Ganjar yang merupakan alumni SMPP dan SMA 2 Jombang tahun 1983 ini menjelaskan, terdapat sejumlah dokumen sejarah yang menjadi pijakan utama.
"Ini berdasarkan arsip-arsip otentik, antara lain stambuk mahasiswa THS/ITB tahun 1915-1925, surat mutasi dinas Ayahanda Bung Karno dari Pemerintah Hindia Belanda dari Singaraja ke Ploso, Soerabaia, serta keterangan dari Ayahanda Bung Karno sendiri dan sumber-sumber primer lainnya," ujarnya.
Fakta-fakta baru tersebut, menurutnya, juga didukung oleh bukti makam dari sosok-sosok yang terkait erat dengan masa balita Bung Karno hingga masa sekolahnya di SD Ongko Loro.
Hal ini selaras dengan narasi yang terus digulirkan masyarakat Ploso yang masih menyimpan memori kolektif tentang kelahiran Bung Karno . Mereka menyebut bukti sejarah seperti cerita tutur dan makam pengasuh Bung Karno, Mbok Suwi, yang berada di desa setempat .
"Sejarah bisa menuliskan dirinya sendiri seiring berjalannya waktu, maka fakta-fakta baru bisa diketahui kemudian. Upaya menunggalkan fakta sejarah adalah tindakan yang anti sejarah dan tidak ilmiah," tegas Prof. Ganjar. "Sejarah tak akan bisa dibungkam, karena sejarah punya kemampuan menuliskan dirinya sendiri meskipun dibungkam."
Kritik terhadap Narasi Tunggal
Dalam pernyataannya, Guru Besar itu juga menyayangkan adanya anggapan bahwa kelahiran Bung Karno di Surabaya adalah sebuah ketetapan yang tidak bisa diubah.
Ia mengaku heran mendengar pernyataan dari seorang tokoh terkemuka di Jombang yang mengklaim bahwa hal tersebut merupakan Ketetapan MPR RI.
"Saya tidak langsung membantahnya di depan tokoh-tokoh lain, kasihan dia kalau saya bantah. Ini pasti ada yang salah memberi masukan dan menyesatkan," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa upaya menunggalkan sejarah sama artinya dengan sikap anti sejarah, karena sejarah memiliki dinamikanya sendiri.
Seruan untuk Terus Menggulirkan Maklumat
Prof. Ganjar mengajak seluruh rakyat Jombang untuk tidak ragu menggulirkan Maklumat Rakyat Jombang. Ia meminta agar narasi ini terus disosialisasikan dan didukung dengan tanda tangan terbuka dari masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat warga Ploso yang baru saja menandatangani maklumat di Sekretariat Titik Nol Soekarno di Gang Buntu, Desa Rejoagung .
"Mari terus kita gulirkan, jangan ragu-ragu. Maklumat tersebut kita terus gulirkan dan buat TTD secara terbuka," pungkasnya seraya mengajak masyarakat untuk bersama-sama meluruskan sejarah kelahiran Bapak Proklamasi.(san)
What's Your Reaction?

