Unisda Lamongan Bedah Buku “Nakal Akademik Genit Birokrasi”, Dorong Integritas Tata Kelola Kampus

Beliau adalah sosok yang inspiratif. Transformasi institusional yang ia lakukan, seperti mengubah STAIN menjadi UIN Jember, adalah bukti nyata sebuah gebrakan. Di Unisda sendiri, ia berhasil menghadirkan dua program doktor dalam waktu singkat," ujar Prof. Afif dalam paparannya.

17 Apr 2026 - 16:48
Unisda Lamongan Bedah Buku “Nakal Akademik Genit Birokrasi”, Dorong Integritas Tata Kelola Kampus
Bedah Buku Nakal Akademik Genit Birokrasi di Aula Gedung Manaqib Lantai 3, Unisda (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan menggelar diskusi ilmiah mendalam melalui bedah buku berjudul “Nakal Akademik Genit Birokrasi” karya Prof. Dr. H. Babun Suharto bersama tim. Acara yang berlangsung di Aula Gedung Manaqib Lantai 3, Jumat (17/04/2026) ini, menjadi ajang refleksi kritis terhadap dinamika dunia pendidikan tinggi dan birokrasi di Indonesia.

Buku tersebut memotret fenomena di lingkungan akademik yang menuntut kepekaan terhadap integritas dan tata kelola. Hadir sebagai pembedah utama, Ketua Senat Unisda, Prof. Dr. Afif Hasbullah, memberikan ulasan tajam mengenai esensi karya tersebut sekaligus sosok penulisnya.

Menurutnya Prof. Babun merupakan figur yang merepresentasikan tiga pilar utama:, yakni perjuangan, gebrakan, dan multitalenta. Ia mengisahkan bagaimana perjalanan karier penulis dimulai dari bawah sebagai seorang office boy hingga sukses meraih gelar guru besar dan menjabat sebagai rektor.

"Beliau adalah sosok yang inspiratif. Transformasi institusional yang ia lakukan, seperti mengubah STAIN menjadi UIN Jember, adalah bukti nyata sebuah gebrakan. Di Unisda sendiri, ia berhasil menghadirkan dua program doktor dalam waktu singkat," ujar Prof. Afif dalam paparannya.

Tak hanya soal manajerial, Prof. Afif juga menyoroti sisi humanis dan artistik Prof. Babun yang dikenal mahir bermain alat musik dan menulis puisi, sebuah cerminan integrasi keilmuan dan seni.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Dr. Gigih Saputra ini berjalan dinamis. Para peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tampak antusias memberikan tanggapan terkait tantangan birokrasi yang kerap bersinggungan dengan idealisme akademik.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi serta kesadaran kritis di lingkungan Unisda Lamongan. Dengan rutin menggelar forum intelektual seperti ini, Unisda terus berkomitmen membangun tradisi kampus yang terbuka, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan global di dunia pendidikan tinggi. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow