Tunjang Program MBG, SPPG Lamongan dan Media Sinergi Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi

"Kami sebagai insan media mengapresiasi adanya protokol yang jelas. Yang terpenting adalah komunikasi dua arah. Jika media datang untuk klarifikasi atau liputan rutin, adanya prosedur satu pintu melalui humas atau pimpinan akan sangat membantu kami mendapatkan data informasi yang akurat tanpa mengganggu teknis di lapangan," ujar Mahrus.

17 Mar 2026 - 16:38
Tunjang Program MBG, SPPG Lamongan dan Media Sinergi Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi
SPPG Lamongan Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi bersama Media (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai menerapkan protokol komunikasi media yang ketat guna menjaga profesionalisme dan standar keamanan pangan. Selasa, (17/3/2026).

Langkah ini diambil guna untuk memastikan bahwa informasi terkait data gizi dan kesehatan masyarakat tetap terjaga kerahasiaannya serta terhindar dari narasi yang keliru di masyarakat.

Sosialisasi yang digelar pada Senin, (16/3/2026) sore, ditekankan bahwa area produksi atau dapur merupakan zona terbatas yang harus tetap steril (higienis) demi mencegah kontaminasi makanan.

Oleh karena itu, setiap awak media yang melakukan peliputan di lapangan wajib mengikuti prosedur verifikasi identitas dan surat tugas serta tetap mengedepankan etika dan kaidah-kaidah jurnalistik.

Selain itu, dengan semakin banyaknya Dapur MBG Di setiap kabupaten kota di indonesia saat ini menjadi Ladang bagi Oknum yang mengatasnamakan media untuk mencari keuntungan pribadi dengan mencari kelemahan serta kesalahan.

Mohammad Mahrus, jurnalis tvOne sekaligus Sekreetaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya, memberikan pandangannya terkait urgensi keterbukaan informasi di lembaga pelayanan publik seperti SPPG.

"Kami sebagai insan media mengapresiasi adanya protokol yang jelas. Yang terpenting adalah komunikasi dua arah. Jika media datang untuk klarifikasi atau liputan rutin, adanya prosedur satu pintu melalui humas atau pimpinan akan sangat membantu kami mendapatkan data informasi yang akurat tanpa mengganggu teknis di lapangan," ujar Mahrus.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Mitra Dapur SPPG, Wenny madena, menyambut positif kolaborasi yang mulai terbangun antara pihak pengelola gizi dengan jurnalis di Lamongan. Ia menilai peran media sangat krusial dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai standar pangan yang dijalankan.

"Kami sangat terbuka dan menyambut positif kolaborasi dengan rekan-rekan media di Lamongan. Dengan adanya protokol ini, bukan berarti kami menutup diri, melainkan untuk memastikan bahwa setiap informasi yang keluar benar-benar valid dan sesuai dengan prosedur teknis yang ada di SPPG," ungkap Wenny.

Sementara Kepala SPPG Korcam Lamongan kota, Agustina Nurul Herdian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan media yang selama ini telah berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang edukatif, objektif, dan membangun. 

"Kami berharap melalui kegiatan ini, kolaborasi antara SPPG Lamongan dan media dapat terus ditingkatkan demi mendukung transparansi informasi dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ujar Agustina

Dengan terselenggaranya kegiatan gathering dan buka bersama Sejumlah SPPG serta para Jurnalis ini, diharapkan bisa membangun kemitraan antara SPPG Lamongan dan media semakin kuat, harmonis, dan berkelanjutan dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan. Sehingga masyarakat dapat mengakses kebenaran informasi yang obyektif mengenai upaya pemenuhan gizi yang sedang dijalankan di Lamongan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow