Telinganya Bengkak Karena Anting, Wanita di Lamongan Ini Datangi Kantor Damkar

"Benar, petugas piket di Korwil Damkar Paciran kemarin menerima laporan dari seorang warga Solokuro yang mengeluhkan telinganya bengkak karena anting-antingnya terkunci. Melihat risiko cedera robek jika dipaksa ditarik, tim rescue Damkar langsung berinisiatif melakukan pemotongan pengunci anting menggunakan alat potong kuku yang sudah disterilkan. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar, aman, dan anting berhasil dilepas tanpa melukai telinga korban," ujar Akhmad Edwyn Anedi saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026) siang.

03 Jul 2026 - 23:53
Telinganya Bengkak Karena Anting, Wanita di Lamongan Ini Datangi Kantor Damkar
Petugas Damkar Korwil Paciran saat berkonsentrasi penuh dibantu pencahayaan senter saat mengevakuasi dan memotong anting-anting di telinga kiri. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Tugas dan aksi heroik petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan kini kian beragam. Tidak melulu soal menjinakkan si jago merah, kesigapan para personel rescuer kembali diuji lewat aksi penyelamatan unik yang sangat dinantikan oleh warga yang sedang kesakitan. Jumat, (3/7/2026).

Seorang wanita muda berusia 21 tahun bernama Melinda Hamid, warga Desa Dagan, Kecamatan Solokuro, terpaksa mendatangi Kantor Damkar Korwil Paciran pada Kamis siang (2/7/2026). Sambil menahan perih, Melinda melaporkan bahwa anting-anting yang menghiasi telinga kirinya mendadak terkunci rapat, tidak bisa dilepas, hingga memicu pembengkakan serta infeksi ringan di daun telinganya.

Melihat kondisi pelapor yang mulai panik dan menahan sakit, petugas jaga Damkar Korwil Paciran langsung mengambil tindakan cepat. Dengan penuh kehati-hatian dan konsentrasi tinggi, petugas melakukan proses evakuasi menggunakan alat pemotong kuku untuk membebaskan anting-anting tersebut secara presisi. Proses yang berlangsung dramatis selama 15 menit itu akhirnya membuahkan hasil manis tepat pada pukul 10.50 WIB.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Lamongan, Akhmad Edwyn Anedi, membenarkan adanya insiden dan tindakan penyelamatan non-kebakaran yang dilakukan oleh petugas piket Damkar Paciran tersebut.

"Benar, petugas piket di Korwil Damkar Paciran kemarin menerima laporan dari seorang warga Solokuro yang mengeluhkan telinganya bengkak karena anting-antingnya terkunci. Melihat risiko cedera robek jika dipaksa ditarik, tim rescue Damkar langsung berinisiatif melakukan pemotongan pengunci anting menggunakan alat potong kuku yang sudah disterilkan. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar, aman, dan anting berhasil dilepas tanpa melukai telinga korban," ujar Akhmad Edwyn Anedi saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026) siang.

Lebih lanjut, Edwyn menegaskan bahwa bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Lamongan selalu siap 24 jam untuk melayani segala bentuk pengaduan darurat dari masyarakat, baik penanganan kebakaran, evakuasi hewan berbisa, pelepasan cincin terkunci, hingga kasus anting-anting seperti ini.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Lamongan agar tidak ragu atau takut untuk melaporkan kejadian darurat apa pun ke pos pemadam terdekat. Seluruh pelayanan penyelamatan ini diberikan secara gratis dan profesional tanpa dipungut biaya sepeser pun," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow