Sentuh Hati Orang Tua, Tradisi Persembahan Hafalan Kitab Suci Lintas Agama SMPN 1 Lamongan Warnai Kelulusan Siswa
"Ini suatu kegiatan khusus yang hanya ada di SMP Negeri 1 Lamongan. Kami berharap bekal spiritual ini insyaallah bisa terus terjaga dan ditingkatkan hingga mereka dewasa nanti," ujar Safiudin, Selasa (19/05/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Suasana haru biru menyelimuti ruang kelas SMP Negeri 1 Lamongan, Selasa (19/05/2026). Tangis bangga sejumlah wali murid pecah saat menyaksikan putra-putri mereka mempersembahkan hafalan kitab suci secara langsung di hadapan orang tua.
Kegiatan religius yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan program khusus bagi siswa kelas 9 yang akan menyelesaikan masa studinya di sekolah rujukan tersebut.
Menariknya, persembahan hafalan ini tidak hanya dilakukan oleh siswa Muslim melalui hafalan Al-Qur'an, tetapi juga oleh siswa Kristiani melalui hafalan Alkitab. Program ini sekaligus menjadi potret nyata dari indahnya toleransi beragama yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 1 Lamongan, Safiudin menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan sakral ini adalah sebagai bentuk persembahan dan bukti nyata dari anak kepada orang tua. Melalui program ini, pihak sekolah ingin menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
"Ini suatu kegiatan khusus yang hanya ada di SMP Negeri 1 Lamongan. Kami berharap bekal spiritual ini insyaallah bisa terus terjaga dan ditingkatkan hingga mereka dewasa nanti," ujar Safiudin, Selasa (19/05/2026) siang.
Safiudin menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh memberikan ruang yang sama tanpa adanya diskriminasi suku, ras, maupun agama. Nilai-nilai keberagaman ini ditanamkan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang inklusif.
Salah satu siswa kelas 9 beragama Kristen yang mengikuti persembahan hafalan Alkitab, Arya, mengaku bersyukur kegiatan berjalan dengan lancar. Dirinya melantunkan ayat dari Surat Mazmur 23 ayat 1 sampai 6 setelah melakukan persiapan intensif selama satu minggu.
"Tujuannya untuk mendalami apa yang dirasakan tokoh di Alkitab dan mendalami isi Alkitab itu sendiri, sekaligus sebagai persembahan untuk Ibu," kata Arya dengan mata berkaca-kaca.
Apresiasi tinggi juga datang dari wali murid. Rini, salah satu orang tua siswa, menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan sang anak. Menurutnya, program sekolah ini sangat sejalan dengan kebiasaan di rumah yang rutin menerapkan waktu saat teduh dan doa bersama.
"Harapan saya, di tengah derasnya arus informasi yang kurang baik saat ini, anak-anak bisa semakin bertumbuh. Kami menitipkan anak-anak di sini agar mereka tidak hanya pintar secara akademis, tetapi religiusnya juga jauh lebih bagus," tutur Rini.
Melalui tradisi ini, SMPN 1 Lamongan berharap para lulusannya siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan bekal iman, takwa, dan kualitas spiritual yang mumpuni untuk menghadapi tantangan masa depan. (yan)
What's Your Reaction?

