Sambut Harjakasi ke-208, Ribuan Warga Situbondo Percantik Kota Lewat Gerakan Adenden
Pemkab Situbondo rayakan Harjakasi ke-208 dengan gerakan Situbondo Adenden. Ribuan warga dan swasta gotong royong percantik kota tanpa APBD.
Situbondo, (afederasi.com) — Pemerintah Kabupaten Situbondo merayakan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 pada 2026 dengan cara yang berbeda. Ribuan warga diajak turun langsung mempercantik wajah kota melalui gerakan "Situbondo Adenden", sebuah aksi gotong royong yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Sejak Rabu pagi (22/7/2026), lebih dari 1.000 peserta memadati kawasan pusat kota. Mereka yang terdiri dari pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berbagai komunitas, hingga unsur masyarakat tampak bahu-membahu mengecat trotoar di kawasan Alun-alun Situbondo dan sejumlah ruas Jalan Pantura.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan, gerakan tersebut tidak sekadar bertujuan memperindah kota, melainkan membangun rasa memiliki masyarakat terhadap ruang publik.
Pria yang akrab disapa Mas Rio itu menjelaskan, kesuksesan kegiatan ini didukung penuh oleh sektor swasta di tengah efisiensi anggaran daerah. PT Uzin Utz Indonesia menyalurkan bantuan berupa 1.800 liter cat berkualitas tinggi dengan nilai hampir Rp1 miliar.
"Di tengah efisiensi anggaran daerah, kolaborasi seperti ini menjadi solusi yang sangat baik," ujar Mas Rio.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada CEO PT Uzin Utz Indonesia, Sugiharto, atas kepedulian terhadap pembangunan daerah. Perusahaan tersebut merupakan produsen cat khusus gedung bertingkat yang produknya tidak dipasarkan secara ritel, yang berhasil digandeng melalui komunikasi intensif panitia Harjakasi.
Mas Rio berharap sinergi lintas sektor ini terus berlanjut guna menciptakan lingkungan yang nyaman, indah, dan berdaya saing.
Gerakan pengecatan massal ini merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan yang tengah digencarkan Pemkab Situbondo. Selain fasilitas publik yang dipercantik, perubahan signifikan juga terlihat pada sejumlah bangunan terbengkalai di pusat kota.
Bangunan-bangunan kosong kini mulai diubah dan difungsikan kembali menjadi kafe hingga hotel. Langkah strategis ini diambil untuk menghilangkan kesan kumuh serta menghadirkan wajah baru Situbondo yang lebih modern, estetik, dan ramah wisatawan.
Mas Rio optimistis, pembenahan fisik kota yang dilakukan secara bertahap ini akan mendongkrak daya tarik investasi, menggeliatkan ekonomi kerakyatan, dan memajukan sektor pariwisata daerah.
"Harjakasi ke-208 tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia, tetapi juga momentum membangun budaya gotong royong," pungkas Mas Rio.(vya/dn)
What's Your Reaction?

