Gudang Rongsokan di Lamongan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir 1 Miliar

"Kami mengimbau kepada seluruh warga agar benar-benar waspada dan tidak membakar sampah secara sembarangan. Mengingat saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau panjang, tindakan tersebut sangat berpotensi memicu terjadinya kebakaran yang luas dan membahayakan lingkungan sekitar," ujar Suwanto.

10 Jul 2026 - 11:52
Gudang Rongsokan di Lamongan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir 1 Miliar
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan berupaya memadamkan kobaran api yang menghanguskan gudang rongsokan milik Saiful Anam di Dusun Cuping, Desa Madulegi, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jumat (10/7/2026) dini hari. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah sekaligus gudang rongsokan (barang bekas) milik Saiful Anam (39) di Dusun Cuping, Desa Madulegi, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Jumat (10/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh material di dalam bangunan tersebut.

Luas area yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai 1.600 meter persegi. Banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang membuat amukan si jago merah sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Untuk menjinakkan api, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan mengerahkan armada secara bertahap, yang terdiri dari tiga unit mobil tembak dan satu unit mobil tangki. Lantaran kobaran api terus membesar dan meluas, petugas di lapangan sempat meminta bantuan tambahan armada dari Pos Pemadam Kebakaran Babat.

Setelah berjibaku melawan api selama hampir enam jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan dan memastikan sisa-sisa kebakaran benar-benar padam sepenuhnya pada pukul 09.00 WIB pagi.

Korwil Damkar Lamongan, Suwanto, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang memicu api di tengah kondisi cuaca saat ini.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga agar benar-benar waspada dan tidak membakar sampah secara sembarangan. Mengingat saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau panjang, tindakan tersebut sangat berpotensi memicu terjadinya kebakaran yang luas dan membahayakan lingkungan sekitar," ujar Suwanto.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. Pemilik rumah, Saiful Anam, segera mengetahui adanya kobaran api lebih awal sehingga ia bersama keluarga bisa bergegas menyelamatkan diri ke tempat yang aman sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir sangat besar, mencapai satu miliar rupiah. Kendati demikian, kesigapan petugas dalam melokalisir perambatan api di sekitar area kejadian berhasil menyelamatkan aset berharga lainnya yang bernilai sekitar dua miliar rupiah dari amukan si jago merah.

Hingga saat ini, dugaan sementara penyebab kebakaran hebat tersebut dipicu oleh adanya sisa pembakaran sampah yang belum padam sepenuhnya di sekitar lokasi gudang. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow