Rontek Gugah Sahur Pacitan Tampilkan Kethek Ogleng hingga Tuyul
Pacitan (afederasi.com) – Tradisi rontek gugah sahur di Pacitan pada Ramadan tahun ini tampil lebih meriah dengan berbagai maskot unik yang dibawa, mulai dari Kethek Ogleng hingga karakter tuyul.
Salah satu rombongan rontek dari Bangunsari menampilkan maskot Kethek Ogleng sebagai bagian dari pertunjukan mereka.
Selain itu, terdapat pula peserta yang mengenakan kostum menyerupai tuyul lengkap dengan popok, sehingga menarik perhatian penonton di sepanjang jalur rontek.
Rombongan dari Baleharjo juga menampilkan maskot berbentuk sayap serta karakter Spiderman.
Sedangkan peserta dari Desa Pucangsewu membawa pertunjukan jaran plok yang menambah semarak suasana.
Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan rontek di sejumlah ruas jalan di kawasan alun-alun Pacitan pada dini hari.
Seorang penonton, Nurul Avita (24), warga Desa Sirnoboyo, mengatakan rontek tahun ini terasa lebih meriah karena banyak peserta menampilkan kreasi yang menarik.
“Banyak yang pakai maskot dan kostum unik. Jadi tidak hanya musik rontek saja, tapi juga ada hiburan lain,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Hal serupa disampaikan penonton lainnya, Edi Cahyono (34), warga Arjowinangun.
Ia menilai antusiasme masyarakat dalam menyaksikan rontek semakin meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kalau sudah mendekati Lebaran biasanya memang semakin ramai. Penontonnya juga banyak karena rontek sudah jadi hiburan tahunan masyarakat,” katanya.
Tradisi rontek gugah sahur sendiri rutin digelar setiap bulan Ramadan di Pacitan.
Kegiatan ini biasanya berlangsung pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.30 WIB sebagai bagian dari tradisi membangunkan masyarakat untuk sahur sekaligus hiburan bagi warga.
Selain menjadi tradisi, rontek juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menampilkan kreativitas melalui musik hingga berbagai maskot yang menarik perhatian penonton.(Feri)
What's Your Reaction?



