Ratusan Lubang Menganga di Jalur Nasional Pacitan-Trenggalek, Pemudik Harus Ektra Hati-hati

11 Mar 2026 - 08:45
Ratusan Lubang Menganga di Jalur Nasional Pacitan-Trenggalek, Pemudik Harus Ektra Hati-hati
Kondisi Jalan Nasional di Pacitan yang sangat parah mengkhawatirkan terjadinya kecelakaan dimusim mudik (Foto:Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) - Pemudik yang akan melintas di Jalan Nasional III penghubung Kabupaten Pacitan menuju Kecamatan Tulakan hingga Kabupaten Trenggalek bakal disambut ratusan lubang menganga ditemukan di sepanjang ruas jalan, tepatnya mulai Dusun Mujing, Desa Sanggrahan, hingga wilayah Kecamatan Tulakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan tampak cukup parah. Lubang-lubang dengan berbagai ukuran tersebar di sejumlah titik, membentuk permukaan jalan yang tidak rata dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih bagi pengendara sepeda motor yang harus ekstra hati-hati saat melintas.

Nurjanah, warga Kecamatan Tulakan yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku kondisi jalan berlubang sudah terjadi cukup lama. Menurut dia, lubang-lubang di badan jalan sering kali membuat pengendara terkejut saat melintas.

“Sudah lama jalannya seperti ini. Kadang kalau melintas juga sangat mengkhawatirkan, apalagi kalau tidak hati-hati bisa kaget karena tiba-tiba ada lubang,” kata Nurjanah. Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, situasi menjadi semakin berbahaya saat musim hujan. Lubang-lubang di jalan sering tertutup genangan air sehingga tidak terlihat oleh pengendara.

“Kalau hujan lebih bahaya lagi. Pandangan terbatas dan lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air,” ujarnya.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Pacitan dengan wilayah lain, termasuk Trenggalek.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan, Sunardi, mendesak pemerintah pusat segera melakukan perbaikan jalan sebelum arus mudik Lebaran tiba. Menurut dia, perbaikan tidak seharusnya menunggu hingga terjadi kecelakaan.

“Jangan sampai menunggu ada korban kecelakaan baru ada respons. Kami berharap segera ada perbaikan,” kata Sunardi.

Ia menegaskan, ruas jalan nasional tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur transportasi utama, jalan itu juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga sehari-hari.

“Ini jalur utama masyarakat. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga banyak pada jalan ini. Jadi harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Sunardi berharap instansi terkait di tingkat pemerintah pusat segera turun tangan untuk menangani kerusakan jalan tersebut. Perbaikan dinilai penting agar perjalanan masyarakat, khususnya saat arus mudik Lebaran, dapat berlangsung aman dan lancar. (Feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow