Perbaikan Muara Drainase di Pacitan Telan Anggaran Rp150 Juta
Pacitan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) gelontorkan anggaran sekitar Rp150 juta untuk perbaikan saluran drainase di kawasan WR Supratman atau belakang Kantor Kejaksaan Negeri Pacitan pada tahun 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki titik pertemuan dua saluran besar yang selama ini mengalami sedimentasi tinggi dan kerusakan talut, namun penanganannya disebut masih sebatas tahap awal.
Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PUPR Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, mengatakan kondisi di lokasi tersebut sudah cukup lama mengalami persoalan teknis.
“Talutnya sudah tua, kemarin juga sempat terjadi sliding atau mlorot. Karena itu titik pertemuan dua muara, sedimentasinya tinggi sehingga perlu dikeruk dulu,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan di kawasan muara saluran drainase kanal barat kota dengan saluran dari wilayah Cuwik menuju WR Supratman.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan pengembangan sistem drainase besar di kawasan barat kota.
“Nanti aliran dari Kali Tani akan dibelokkan ke arah barat lewat Bok Dekem, lingkungan Barak, SMKN 2 Pacitan, kampus AKN, lalu keluar di belakang kejaksaan,” jelasnya.
Namun di tengah rencana pengembangan tersebut, pemerintah daerah diakui masih menghadapi keterbatasan anggaran akibat kondisi efisiensi fiskal dan tidak adanya tambahan TKD.
Tonny menyebut, anggaran yang disiapkan saat ini baru difokuskan untuk pengerukan sedimentasi dan perbaikan talut sepanjang kurang lebih 50 meter yang mengalami ambles.
“Karena keterbatasan anggaran dan efisiensi, kita siapkan dulu muaranya agar nanti tidak muncul masalah teknis seperti luapan air,” katanya.
Ia juga mengakui kapasitas drainase di sejumlah titik masih menjadi persoalan, terutama pada saluran kanal barat kota yang saat ini lebarnya hanya sekitar 1,5 meter.
Padahal, saluran tersebut nantinya direncanakan menampung aliran besar dari Kali Tani serta kawasan kanal barat kota.
“Ke depan saluran itu harus diperlebar menjadi sekitar 5 meter,” ungkapnya.
Meski demikian, rencana pelebaran tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena membutuhkan anggaran yang lebih besar.
Sementara itu, proyek perbaikan muara drainase ini disebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menyiapkan sistem drainase kawasan barat kota, meski penanganan menyeluruh masih membutuhkan tahapan lanjutan.(fer)
What's Your Reaction?



