Sejumlah Titik Rawan Longsor Mengintai Jalur Pacitan-Ponorogo
Pacitan, (afederasi.com) - Kondisi ruas jalan Pacitan - Ponorogo yang rawan longsor membuat sejumlah warga merasa waswas saat melintas terutama ketika hujan turun.
Kekhawatiran tersebut muncul karena hingga kini sejumlah titik tebing rawan longsor di jalur sekitar Kecamatan Tegalombo tersebut belum mendapatkan penanganan permanen.
Salah seorang warga Desa Ngreco, Wakhid (28), mengaku hampir pernah terkena material bebatuan yang jatuh dari tebing di bahu jalan saat melintasi ruas Pacitan - Ponorogo ketika hujan.
“Kalau hujan memang harus hati-hati, sering lihat ke arah tebing saat lewat jalan itu. Saya pernah hampir kena longsoran,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk pelajar dan warga yang bekerja ke luar Desa.
Ia berharap ada langkah penanganan yang lebih serius agar masyarakat merasa aman saat melintas dan tidak ada korban akibat longsor diruas jalan.
“Harapannya ada cara untuk menahan longsor atau bagaimana gitu, yang penting warga merasa aman. Jangan sampai menunggu korban lagi,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Boniran (53), pengendara mobil asal Madiun yang melintasi jalur tersebut.
Ia mengaku khawatir mobil yang dikendarainya tertimpa material bebatuan dari tebing, terutama saat hujan turun.
“Kalau lewat sini saat hujan itu takut, apalagi banyak tebing di pinggir jalan. Khawatir ada batu jatuh kena mobil maupun longsor,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah yang lebih jelas agar keselamatan pengendara dapat terjamin.
“Semoga segera ada penanganan dari pemerintah supaya pengendara juga merasa aman saat lewat, jadi tidak hanya membersihkan jalan setelah longsor saja” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT PJJ Pacitan, Budi Harisantoso, membenarkan terdapat sejumlah titik rawan longsor di ruas jalan Pacitan - Ponorogo, khususnya di wilayah Kecamatan Tegalombo.
“Titik rawan ada di Desa Gedhangan, Ngreco, Tegalombo, Pucangombo, sampai Gemaharjo,” jelasnya.
Selain di jalur tersebut, titik rawan longsor juga terdapat di ruas jalan Arjosari - Purwantoro, tepatnya di Desa Penggung, Jetis Lor, dan Gondang.
Meski rawan longsor, penanganan permanen seperti pembangunan penahan tebing hingga kini belum dilakukan.
Menurut Budi, selama ini penanganan yang dilakukan masih sebatas pembersihan material longsor ketika terjadi bencana.
“Untuk penanganan permanen belum ada. Selama ini kalau ada longsor ya hanya dibersihkan saja,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan akses jalan, pihak UPT PJJ menyiagakan tiga alat berat berupa wheel loader di dua ruas jalan tersebut.
Selain itu, sebanyak 11 petugas juga disiagakan untuk mengoperasikan alat berat apabila sewaktu-waktu terjadi longsor.
“Kalau ada kejadian selalu kami laporkan dan petugas langsung bergerak membersihkan material,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat yang melintas saat hujan diminta meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan rest area di sekitar wilayah Kecamatan Tegalombo untuk beristirahat sementara.
“Kalau hujan deras bisa istirahat dulu di rest area atau masjid depan Kecamatan Tegalombo,” pungkasnya. (fer)
What's Your Reaction?

