Krisis Kesehatan Gaza, Rumah Sakit Lumpuh dan Keterbatasan Medis Mencekik

Kondisi rumah sakit dan pelayanan kesehatan di wilayah Gaza, Palestina, terus mengalami tekanan berat akibat gelombang pasien yang terus bertambah hingga detik ini.

25 Oct 2023 - 12:47
Krisis Kesehatan Gaza, Rumah Sakit Lumpuh dan Keterbatasan Medis Mencekik
Seorang pemuda di Kota Gaza terduduk di puing-puing reruntuhan akibat serangan militer Israel. (Foto: AFP)

Gaza, (afederasi.com) - Kondisi rumah sakit dan pelayanan kesehatan di wilayah Gaza, Palestina, terus mengalami tekanan berat akibat gelombang pasien yang terus bertambah hingga detik ini. Wilayah ini merupakan saksi dari situasi yang sangat sulit, dengan persediaan obat dan perlengkapan medis yang sangat terbatas.

Salah seorang dokter ortopedi terkemuka, Dr. Nidal Abed, melaporkan bahwa ia terpaksa menghadapi situasi yang sangat mengharukan. Salah satunya adalah ketika pasien harus menjalani operasi tanpa anestesi, sementara pasokan obat sangat terbatas. Yang lebih menyedihkan adalah melihat wajah-wajah pucat pasien yang menunggu giliran mereka, sementara tenaga medis berjuang untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Saat diwawancara oleh Associated Press, Dr. Abed mengaku merawat siapa saja yang ia temui di lokasi tersebut, baik yang berada di lantai, lorong rumah sakit, halaman, hingga kamar pasien yang seharusnya memuat dua pasien dan kini harus digunakan untuk lebih dari sepuluh pasien. Situasi ini menggambarkan betapa parahnya krisis kesehatan yang sedang dialami di Gaza.

Pada salah satu video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria yang membawa potongan tubuh anaknya ke rumah sakit, dengan harapan tubuh sang anak dapat dijahit kembali untuk kemudian dikuburkan dengan layak. Video lain menunjukkan seorang staf ambulance yang memperlihatkan jasad anak yang tidak utuh karena terkena serangan yang dilancarkan Israel. Keadaan ini semakin menambah beban para tenaga medis di Gaza.

Dalam upaya bertahan, tenaga medis terus berusaha memanfaatkan apa pun yang bisa mereka temukan dari sisa-sisa stok obat dan peralatan medis. Mereka bahkan menggunakan pakaian sebagai perban, cuka sebagai antiseptik, dan bahkan jarum jahit untuk prosedur bedah yang mendesak. Situasi ini menggambarkan betapa keterbatasan sumber daya medis yang mereka hadapi.

Konflik berkepanjangan antara milisi Hamas Palestina dan militer Israel sejak tanggal 7 Oktober lalu telah memberikan dampak yang sangat memilukan, terutama kepada warga sipil di Gaza. Warga sipil yang hanya menginginkan perdamaian telah menjadi korban yang paling parah. Mereka juga kesulitan mengakses rumah sakit karena kekurangan pasokan air bersih dan stok barang-barang dasar untuk mengurangi rasa sakit serta mencegah infeksi yang telah sangat terkuras.

Bahan bakar untuk generator rumah sakit juga telah habis, memaksa beberapa rumah sakit untuk menggunakan senter saat melakukan operasi, menghadapi kondisi yang sangat berisiko. Ini disebabkan oleh pemutusan jaringan listrik dan internet oleh Israel ke wilayah tersebut, yang juga menghambat kemampuan para dokter dalam melaksanakan tugas medis mereka.

Dalam kondisi yang sangat sulit, paramedis bahkan terpaksa menggunakan jarum jahit untuk menjahit luka, tindakan yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa. Kekurangan implan ortopedi juga memaksa para dokter untuk menggunakan sekrup yang tidak sesuai dengan tulang pasien, menjadikan situasi ini semakin menekan para pasien yang membutuhkan perawatan segera. Gaza tetap dalam keadaan darurat medis yang sangat serius, membutuhkan bantuan dan solusi segera untuk mengatasi krisis ini.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow