Muhaimin Iskandar Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Guru Ngaji di Lamongan
"Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dan elemen masyarakat. Kami berharap ini bisa meringankan beban harian sekaligus memberi semangat bagi warga untuk bangkit kembali di tengah ujian banjir ini," ujarnya.
Lamongan, (afederasi.com) – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana di bulan suci Ramadan ditunjukkan secara nyata oleh Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Muhaimin Iskandar. Kamis, (19/3/2026). Melalui kegiatan bertajuk "Joyful Ramadhan", sebanyak 2.000 paket sembako disalurkan bagi warga terdampak banjir dan para guru ngaji di Kabupaten Lamongan.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara maraton, menyasar wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat genangan air yang masih merendam pemukiman warga.
Selain fokus pada korban bencana, bantuan pangan keluarga ini juga diberikan kepada para guru ngaji TPQ sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di tengah situasi sulit.
Staf Khusus Kemenko PM, Billy Aries, yang mewakili penyaluran bantuan tersebut, turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Menurutnya, prioritas utama adalah titik-titik yang relatif terisolir agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Adapun tujuh kecamatan yang menjadi fokus utama penyaluran meliputi Kecamatan Turi, Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, Deket, Brondong, dan Kecamatan Solokuro.
Kegiatan "Joyful Ramadhan" ini terlaksana berkat kolaborasi solid dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan setempat, di antaranya PCNU Lamongan, IKA PMII Kabupaten Lamongan, PC Fatayat NU Lamongan, serta berbagai lembaga pendidikan keagamaan.
Billy Aries menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan material, melainkan bentuk dukungan moral bagi warga yang tengah diuji bencana di bulan puasa.
"Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dan elemen masyarakat. Kami berharap ini bisa meringankan beban harian sekaligus memberi semangat bagi warga untuk bangkit kembali di tengah ujian banjir ini," ujarnya.
Warga penerima bantuan menyambut aksi ini dengan penuh syukur. Mengingat banjir seringkali melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal, bantuan pangan ini dinilai sangat penting bagi keberlangsungan hidup sehari-hari, terutama untuk keperluan sahur dan berbuka puasa.
Melalui gerakan ini, diharapkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial semakin mengakar kuat di masyarakat Lamongan, terutama dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa depan. (yan)
What's Your Reaction?



