Melihat Semarak Bazar Ramadan di Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jadi Penggerak Ekonomi
Jombang, (afederasi.com) – Bulan suci Ramadan tidak hanya membawa berkah spiritual bagi para santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tetapi juga menjadi momentum emas bagi warga sekitar untuk memutar roda perekonomian. Sepanjang jalan kawasan pesantren, Bazar UMKM Ramadan yang tertata rapi menjelma menjadi pusat perputaran uang yang signifikan.
Pasar musiman yang digagas oleh kader Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tambakrejo ini berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung, mulai dari santri hingga masyarakat umum. Dengan total 138 pedagang yang berpartisipasi, bazar ini menjadi bukti nyata bagaimana ekosistem pesantren mampu menjadi penyangga ekonomi kerakyatan.
Ketua Pelaksana Pasar Ramadan, Ahmad Khumaidi Alwi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan kebijakan kuota khusus untuk memastikan keadilan ekonomi bagi warga lokal.
"Separuh dari lapak yang tersedia kami khususkan bagi warga Desa Tambakrejo. Kami ingin memastikan warga sekitar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Ke depan, kami menargetkan keterlibatan warga lokal hingga 70 persen," ujar pria yang akrab disapa Mas Khumaidi tersebut, Senin (2/3/2026).
Diversifikasi produk menjadi strategi jitu yang diusung bazar Ramadan ini. Para pengunjung dapat menemukan beragam pilihan menu, mulai dari jajanan tradisional seperti lepet yang membawa nostalgia masa lalu, hingga kuliner kekinian seperti dimsum yang digemari generasi muda.
Keberagaman produk ini sengaja dihadirkan untuk menangkap daya beli konsumen yang bervariasi, mulai dari masyarakat umum hingga ribuan santri yang menjadi pengunjung tetap setiap sore harinya.
Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab, menegaskan bahwa tradisi pasar Ramadan ini telah mengakar kuat selama hampir satu dekade sebagai pilar pemberdayaan ekonomi umat.
"Pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para pedagang kecil tetap mendapatkan penghasilan yang stabil, bahkan meningkat, selama bulan puasa," tegasnya.
Keberhasilan bazar Ramadan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pihak pesantren dan warga sekitar. Kebijakan "belanja terjadwal" bagi para santri yang dikoordinasikan oleh yayasan dan ribath menjadi faktor kunci yang memastikan para pedagang memiliki pasar yang pasti.
Dukungan penuh dari pesantren menciptakan captive market dari ribuan santri yang ingin mencicipi aneka menu berbuka puasa selain dari dapur umum. Salwa, seorang santriwati asal Lamongan, mengaku rutin berburu takjil di bazar ini bersama rekan-rekannya.
"Setiap sore kami ke sini. Seringnya bawa titipan dari teman-teman sekamar juga," ujarnya sambil tersenyum.
Potret transaksi di gerbang Tambakberas ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi menara gading ilmu agama, tetapi juga inkubator ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai ukhuwah Islamiyah diterjemahkan ke dalam bentuk tolong-menolong dalam perniagaan yang saling menguntungkan.
Harapannya, perputaran rupiah di Pasar Ramadan ini tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, melainkan mampu menjadi modal tambahan bagi warga untuk merayakan Idul Fitri dengan lebih sejahtera.
"Semoga ada pendapatan tambahan bagi ekonomi warga melalui pasar ini. Kami ingin keberkahan Ramadan benar-benar berwujud nyata dalam kesejahteraan masyarakat yang tinggal berdampingan dengan pesantren," pungkas KH Hasib Wahab di tengah keriuhan pasar yang kian menghangat. (san)
What's Your Reaction?



