Festival Gunungan Nasi Krawu KWGe Vol. 4 Pecah Rekor MURI, Ribuan Warga Gresik Tumpah Ruah
Yang sudah dilakukan adalah berangkat dari budaya, kemudian menjadi satu sektor wisata. Hari ini kita bisa bersama-sama keluarga berkumpul di Islamic Center dengan berwisata dan melihat langsung acara festival budaya identitas kuliner masyarakat Gresik. Budaya, wisata, kemudian berdampak sebagai ekonomi masyarakat lokal," tegasnya.
Gresik, (afederasi.com) – Ribuan masyarakat Kabupaten Gresik memadati kawasan Gresik Universal Science, Balongpanggang, untuk menyaksikan kemeriahan Festival Gunungan Nasi Krawu Volume 4 yang diinisiasi oleh Komunitas Wartawan Grissee (KWGe), Minggu (28/6/2026). Acara yang berlangsung meriah ini sekaligus menjadi puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80. Festival budaya yang menyajikan tumpeng raksasa setinggi 4,5 meter dari susunan 3.000 bungkus nasi krawu ini berhasil mencatatkan sejarah baru dalam pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Hadir secara langsung untuk membuka acara, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para insan pers yang tergabung dalam KWGe. Menurutnya, momentum puncak HPN ke-80 ini dikemas secara luar biasa melalui inovasi yang mengolaborasikan unsur sejarah, pelestarian budaya, sekaligus penggerak roda ekonomi daerah.
"Ide nasi krawu ini sangat luar biasa. Berangkat dari sejarah, tadi malam saya ada acara Damar Kurung, dan pagi hari ini berangkat dari festival budaya," ujar Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani saat memberikan sambutan di atas panggung utama, Minggu (28/6/2026) pagi.
Gus Yani menyampaikan bahwa konsistensi para jurnalis dalam merawat identitas lokal di tengah peringatan hari besar pers patut diacungi jempol. Kuliner nasi krawu sendiri kini bukan sekadar hidangan pengisi perut, melainkan simbol identitas yang melekat erat pada setiap masyarakat Gresik di mana pun berada.
"Budaya untuk mau terus konsisten melestarikan sebuah identitas Kabupaten Gresik, salah satunya adalah kuliner yang bernama nasi krawu. Kalau kita pergi ke mana pun, kalau tahu orang Gresik pasti dituduh lah, kulinernya nasi krawu," kelakarnya disambut tawa dan teriakan dari ribuan warga yang hadir.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh rekan-rekan media ini memiliki efek domino yang positif bagi daerah. Dimulai dari perayaan budaya, bergeser menjadi sektor daya tarik wisata, hingga akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi.
"Yang sudah dilakukan adalah berangkat dari budaya, kemudian menjadi satu sektor wisata. Hari ini kita bisa bersama-sama keluarga berkumpul di Islamic Center dengan berwisata dan melihat langsung acara festival budaya identitas kuliner masyarakat Gresik. Budaya, wisata, kemudian berdampak sebagai ekonomi masyarakat lokal," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik berharap agar kreativitas insan pers semacam ini tidak berhenti di volume keempat saja. Terlebih, nasi krawu saat ini sudah berada di puncak prestasi sebagai warisan budaya tak benda dan pemegang rekor MURI dunia.
"Upaya ini sangat kita apresiasi. Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman KWGe yang terus konsisten membawa nasi krawu ini untuk dikenal sampai nasional. Ini volume keempat, kita tunggu ide-ide hebatnya lagi," harapnya.
Keberhasilan festival ini dalam memecahkan rekor dunia juga dikonfirmasi langsung oleh Ari Ardhiana selaku perwakilan dari MURI. Ia menjelaskan bahwa capaian kali ini sangat istimewa karena tidak hanya berskala nasional, melainkan langsung dikukuhkan di tingkat global.
"Nasi Krawu sebanyak 3.000 dengan tinggi 4,5 meter. Dan karena Nasi Krawu itu merupakan warisan budaya takbenda yang sudah diakui oleh Kementerian, maka oleh Ketua Umum MURI, prestasi ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun dikukuhkan sebagai rekor dunia," jelas Ari Ardhiana saat diwawancarai di lokasi acara.
Ari menambahkan bahwa sejauh ini belum ada daerah lain yang mendaftarkan rekor sejenis untuk hidangan khas tersebut. Berdasarkan penilaian tim MURI, festival dalam rangka puncak HPN ini berhasil memenuhi kriteria utama penilaian rekor.
"Kalau terkait dengan sego krawu belum. Baru Gresik ini. Kami ada beberapa kriteria, kriteria 'paling' atau 'ter' yang bisa diukur, kemudian unik, dan juga langka. Nah, pada kesempatan hari ini, kita masuk dalam kategori 'tertinggi' dan 'terbanyak'," pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis pembagian 3.000 bungkus nasi krawu secara gratis kepada masyarakat yang telah tertib mengantre sejak pagi hari. (mif)
What's Your Reaction?

