Ketinggian Air Sentuh +190 Sentimeter, Pintu Kuro Lamongan Ditutup
Semoga daerah hulu hujannya mereda sehingga air Bengawan Solo bisa turun dan Pintu Kuro bisa dibuka, meskipun ada upaya melalui pemompaan," ujar Erwin kepada afederasi.com, Sabtu (7/3/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Debit air Sungai Bengawan Solo terus menunjukkan tren kenaikan imbas intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan pada Sabtu (7/3/2026), ketinggian permukaan air di Pintu Air Kuro, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, telah menyentuh elevasi +190 sentimeter.
Kondisi ini memaksa petugas untuk menutup total Pintu Air Kuro guna mencegah luapan sungai besar tersebut masuk ke kawasan pemukiman. Namun, penutupan ini berdampak langsung pada wilayah Bengawan Jero. Air hujan yang tertampung di kawasan tersebut tidak dapat dibuang ke sungai induk, sehingga merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air yang terus meningkat.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, membenarkan langkah penutupan tersebut diambil demi mencegah dampak luapan yang lebih luas dari Bengawan Solo.
Erwin menjelaskan bahwa pihaknya kini bergantung pada skema pemompaan air untuk mengurangi beban banjir di kawasan Bengawan Jero, meski kapasitasnya terbatas dibandingkan volume air yang ada.
"Semoga daerah hulu hujannya mereda sehingga air Bengawan Solo bisa turun dan Pintu Kuro bisa dibuka, meskipun ada upaya melalui pemompaan," ujar Erwin kepada afederasi.com, Sabtu (7/3/2026) siang.
Penutupan pintu air ini menjadi dilema bagi warga di kawasan Bengawan Jero. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah rumah warga dilaporkan masih tergenang air seiring dengan tingginya elevasi air yang tertahan di pemukiman. Aktivitas ekonomi dan transportasi terganggu akibat akses jalan yang terendam. (yan)
What's Your Reaction?



