Dishub Jombang Gelar Operasi Gabungan Perparkiran di Jalur Protokol

01 Feb 2026 - 12:50
Dishub Jombang Gelar Operasi Gabungan Perparkiran di Jalur Protokol
Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar Operasi Gabungan Perparkiran di sepanjang jalur protokol atau Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), Kamis (29/01/2026). (Foto:Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar Operasi Gabungan Perparkiran di sepanjang jalur protokol atau Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), Kamis (29/01/2026). Operasi ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan ketertiban, keamanan, dan kelancaran lalu lintas di jantung kota.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini fokus menyasar tiga ruas jalan utama di Jombang, yaitu Jalan Gus Dur, Jalan A. Yani, hingga Jalan KH. Wahid Hasyim. Dishub Jombang melaksanakan operasi ini dengan sinergi kuat bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Satpol PP Kabupaten Jombang, didampingi oleh Dinas Kominfo untuk pendokumentasian.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Sugianto, S.Sos, yang diwakili oleh Bambang Tedjo dari Dishub, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar penertiban administratif. Lebih dari itu, operasi gabungan ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat yang dilakukan secara persuasif dan humanis.

“Kami hadir untuk mengajak warga kembali ke esensi ruang publik yang baik dan nyaman, di mana antar pengguna jalan bisa saling menghargai. Parkir yang tertib adalah kontribusi nyata warga bagi keamanan kita bersama. Dan untuk pelaku usaha juga PKL diharapkan tidak menggunakan ruang pejalan kaki (trotoar) sebagai tempat berjualan,” ujar Bambang Tedjo di sela kegiatan.

Selain fokus pada penataan parkir kendaraan roda dua dan roda empat, tim gabungan Jombang juga melakukan pendataan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di sepanjang KTL. Pendataan rutin ini penting untuk mengantisipasi penambahan jumlah pedagang yang berpotensi memicu penyempitan ruas jalan dan mengganggu estetika kota.

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap melalui ikhtiar ini, pejalan kaki mendapatkan hak ruang yang aman dan pengendara dapat melintas tanpa hambatan kemacetan yang tidak perlu.

Operasi gabungan ini menekankan pendekatan komunikasi dan sosialisasi. Tim di lapangan lebih mengedepankan imbauan dan penjelasan kepada pengendara dan pedagang tentang pentingnya mematuhi peraturan demi kenyamanan bersama.

“Ketertiban bukan soal takut pada petugas, tapi soal kesadaran dan rasa cinta kita pada Jombang agar tetap menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja,” pungkas Bambang Tedjo menutup kegiatan.

Dengan operasi ini, Pemkab Jombang menunjukkan komitmennya dalam menata dan mendisiplinkan ruang publik di kawasan strategis, menuju tata kelola kota yang lebih tertib, humanis, dan berkelanjutan. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow