Daya Saing Tenaga Kerja Jatim Dipacu, BLK Tulungagung Mulai Gembleng Puluhan Peserta Pilihan
UPT BLK Tulungagung resmi memulai pelatihan kerja tahap I tahun 2026. Fokus pada peningkatan kompetensi dan sertifikasi, program ini menjadi senjata utama bagi pencari kerja asal Tulungagung dan Trenggalek untuk menembus pasar kerja.
Tulungagung, (afederasi.com) – Gelombang antusiasme menyelimuti pembukaan pelatihan kerja tahap pertama di UPT BLK Tulungagung. Para pencari kerja asal Tulungagung dan Trenggalek tampak memadati lokasi untuk mengikuti program peningkatan skill yang diharapkan mampu menjadi tiket emas menuju dunia industri.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, hadir langsung untuk memberikan motivasi. Dalam orasinya, ia menekankan bahwa urusan tenaga kerja bukan sekadar soal melatih, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan kesejahteraan warga negaranya dari hulu hingga ke hilir.
“Negara harus hadir memberikan pengawalan total. Mulai dari fase melatih, menempatkan, hingga memberikan perlindungan jaminan sosial agar pekerja bisa purna tugas dalam kondisi sehat dan selamat,” ujar Sigit di hadapan para peserta.
Sigit juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antar-BLK di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi 16 BLK milik provinsi adalah kunci utama untuk menciptakan standar tenaga kerja unggul yang merata di seluruh wilayah Jatim.
“Manfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Serap ilmunya, karena di akhir nanti akan ada uji kompetensi sebagai bukti autentik bahwa keahlian Anda diakui oleh industri,” pesannya dengan tegas.
Di sisi lain, Kepala UPT BLK Tulungagung, Agus Setyawan, melaporkan bahwa pada tahap perdana ini pihaknya menjaring 80 peserta terbaik. Mereka terbagi ke dalam lima departemen keahlian, yakni Administrasi Perkantoran, Juru Gambar Gedung, Office Advance, Mesin Produksi, serta Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi.
“Kami ingin memastikan setiap lulusan memiliki kualifikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini,” kata Agus.
Agus tidak menampik adanya tantangan tahun ini, di mana jumlah paket pelatihan mengalami penyusutan signifikan menjadi 14 paket dari tahun sebelumnya yang mencapai 47 paket. Namun, keterbatasan kuota ini justru memicu lonjakan pendaftar sehingga pihak BLK harus menerapkan seleksi yang sangat ketat.
“Peminat paling tinggi ada di kelas office advance. Karena kuota terbatas, kami melakukan seleksi berlapis, mulai dari verifikasi dokumen secara daring hingga sesi wawancara mendalam untuk memastikan hanya mereka yang benar-benar serius yang bisa bergabung,” jelasnya.
Melalui program intensif ini, UPT BLK Tulungagung optimis para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan lebih mudah terserap di berbagai sektor pekerjaan maupun berwirausaha secara mandiri.
“Output akhirnya adalah kompetensi. Jika sudah kompeten, akses untuk mendapatkan pekerjaan yang layak tentu akan terbuka jauh lebih lebar,” tutup Agus.(riz/dn)
What's Your Reaction?



