Banjir Luapan Kali Tengah Kembali Kepung Driyorejo Gresik, Drainase Jadi Sorotan

"Sistem drainase yang kurang memadai, ditambah padatnya bangunan di sekitar sungai, membuat aliran air tidak lancar dan akhirnya meluap ke jalan dan permukiman,” ujarnya.

18 Mar 2026 - 16:36
Banjir Luapan Kali Tengah Kembali Kepung Driyorejo Gresik, Drainase Jadi Sorotan
Luapan Kali Tengah mengakibatkan sejumlah ruas jalan disejumlah titik di kecamatan Driyorejo Gresik terendam banjir. (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, setelah luapan Kali Tengah merendam permukiman warga dan akses jalan. Peristiwa banjir Driyorejo Gresik ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi selama sepekan terakhir.

Luapan Kali Tengah yang memiliki panjang sekitar 7,5 kilometer tersebut mulai menggenangi wilayah Desa Sumput pada Selasa (17/03/2026) sekitar pukul 21.34 WIB. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1 meter di sejumlah titik.

Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menyebut banjir terjadi akibat curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.

Selain faktor cuaca, buruknya sistem drainase juga menjadi penyebab banjir Driyorejo Gresik semakin parah. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, menjelaskan bahwa aliran air tidak berjalan lancar karena penyempitan sungai.

Driatmiko menyebut, kondisi Kali Tengah saat ini cukup memprihatinkan. Di sepanjang bantaran sungai, banyak berdiri bangunan perusahaan serta jembatan penghubung yang membuat lebar sungai semakin menyempit.

“Sistem drainase yang kurang memadai, ditambah padatnya bangunan di sekitar sungai, membuat aliran air tidak lancar dan akhirnya meluap ke jalan dan permukiman,” ujarnya.

BPBD Gresik telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan kondisi warga terdampak. Hingga saat ini, genangan air dilaporkan mulai surut.

Meski demikian, potensi banjir susulan masih mengintai. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan belum ada normalisasi sungai, Kali Tengah berpotensi kembali meluap.

“Saat ini sudah mulai surut, tetapi jika hujan kembali turun dan belum ada normalisasi, banjir bisa terjadi lagi,” tambahnya.

Banjir Kali Tengah di Driyorejo ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sejumlah pihak, termasuk Dinas PUTR dan Komisi III DPRD Gresik, telah melakukan koordinasi untuk membahas langkah normalisasi sungai secara menyeluruh guna mencegah banjir tahunan terus berulang.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow