Antisipasi PMK Idul Adha 2026, Disnak Jombang Genncarkan Vaksin Tahap 2
Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Peternakan terus mengintensifkan langkah antisipasi terhadap ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Langkah konkret terbaru adalah dengan mendistribusikan sebanyak 25.000 dosis vaksin PMK tahap II yang baru saja tiba.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang, drh. Azis Daryanto, menegaskan bahwa begitu vaksin diterima, seluruhnya langsung digerakkan untuk didistribusikan ke tim di lapangan.
“Begitu vaksin datang, seluruhnya langsung kami distribusikan ke tim di lapangan. Kami tidak ingin ada jeda, karena percepatan vaksinasi ini sangat krusial,” ujarnya di sela-sela kegiatan vaksinasi PMK di Desa Bandet,Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Selasa (21/04/2026).
Menurut drh. Azis, tambahan vaksin tahap II ini menjadi penguat langkah pencegahan sekaligus memastikan populasi ternak di Jombang tetap dalam kondisi aman. Alasannya, menjelang hari besar keagamaan, lalu lintas ternak dipastikan meningkat signifikan – baik untuk kebutuhan kurban maupun perdagangan antar daerah.
“Status kita memang zero case. Tapi bukan berarti kita lengah. Justru sekarang harus lebih waspada agar kondisi ini bisa dipertahankan, saat ini sudah 5000 dosis di perkirakan akhir bulan Juni selesai” imbuhnya.
Untuk mempercepat cakupan vaksinasi, Dinas Peternakan Jombang telah menyiagakan 13 tim vaksinator. Mereka akan menyisir wilayah-wilayah sentra peternakan secara masif, dengan fokus utama pada sapi dan kambing yang relatif lebih rentan terhadap infeksi PMK.
Targetnya adalah mengejar cakupan vaksinasi seluas-luasnya, terutama di daerah dengan mobilitas ternak tinggi. Meski Jombang saat ini dalam kondisi nol kasus PMK, potensi penularan dari luar daerah tetap mengintai.
“Jombang menjadi salah satu pemasok hewan kurban di Jawa Timur. Karena itu, percepatan vaksinasi juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan hewan ternak di Jombang,” jelas drh. Azis.
Selain vaksinasi masif, Disnak Jombang juga mengintensifkan edukasi kepada peternak. Para peternak diminta untuk:
1. Aktif menjaga kebersihan kandang secara rutin.
2. Memeriksa kesehatan hewan secara berkala.
3. Segera melapor ke petugas jika menemukan gejala mencurigakan pada ternaknya.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan terhadap ekonomi peternak. Dengan ternak yang sehat, risiko kerugian akibat wabah dapat ditekan, dan pasokan hewan kurban tetap terjaga kualitasnya.
“Target kami bukan hanya bebas PMK, tapi juga memastikan ternak di Jombang benar-benar sehat dan layak konsumsi,” tegas drh. Azis Daryanto.
Dengan percepatan distribusi 25.000 dosis vaksin PMK tahap II dan kesiagaan 13 tim vaksinator, Pemkab Jombang menunjukkan keseriusannya dalam mengantisipasi lonjakan risiko PMK jelang Idul Adha 2026.
Kombinasi antara vaksinasi masif, pengawasan ketat, dan edukasi peternak diharapkan mampu mempertahankan status zero case serta menjamin ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi bagi masyarakat. (san)
What's Your Reaction?



